sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Demo mahasiswa di DPR bikin IHSG dan rupiah jeblok

Demonstrasi penolakan RUU KUHP dan RUU lain yang dilakukan oleh mahasiswa di beberapa kota di Indonesia, membuat IHSG dan rupiah anjlok.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Selasa, 24 Sep 2019 17:55 WIB
Demo mahasiswa di DPR bikin IHSG dan rupiah jeblok

Demonstrasi penolakan RUU KUHP dan RUU lain yang dilakukan oleh mahasiswa di beberapa kota di Indonesia, membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan Rupiah kompak melemah.

Pada penutupan perdagangan Selasa (24/9), IHSG merosot 1,11% ke level 6.137 dari hari sebelumnya. Pelemahan ini didorong oleh sektor pertambangan, aneka industri, industri dasar, keuangan, industri konsumsi, perkebunan, dan infrastruktur. Investor asing membukukan penjualan bersih sebesar Rp773,2 miliar.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan mengatakan pelemahan diakibatkan turunnya kepercayaan investor akibat dari kelanjutan negosiasi Amerika dan China yang masih belum bisa dipastikan dan situasi politik dalam negeri yang saat ini kurang kondusif.

Sementara itu Associate Director of Research and Investment Pilarmas Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan memanasnya situasi politik dalam negeri yang disertai aksi jual investor asing selama 3 bulan berturut-turut menjadi satu kecemasan bagi pelaku pasar.

"Beberapa saham dalam sektor industri konsumsi, aneka industri, dan perbankan terus memberikan tekanan dalam satu pekan ini," kata Nico dalam riset hariannya, Selasa (24/9).

Di sisi lain, dari data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menunjukkan rupiah mengalami pelemahan ke level Rp14.099 per dolar Amerika Serikat.

Direktur Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, Bank Indonesia (BI) terus memantau perkembangan demonstrasi besar-besaran mahasiswa yang terjadi saat ini.

"BI terus melakukan intervensi melalui transaksi di pasar valas dan obligasi dalam perdagangan DNDF," kata Ibrahim secara terpisah.

Sponsored

Ibrahim menyebut, dengan fundamental ekonomi yang cukup baik, intervensi tersebut membantu mata uang rupiah tetap terjaga di zona aman sehingga fluktuasi rupiah dapat dikendalikan.

Untuk transaksi hari Rabu (25/9), Ibrahim memperkirakan rupiah kemungkinan masih akan melemah. Namun, dengan adanya intervensi BI, pelemahan rupiah tidak akan terlalu melebar, hanya 10-15 poin dan berada di kisaran Rp14.070-Rp14.125 per dolar AS.