sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Transaksi sepi, Direktur BEI khawatir investor lari ke Bitcoin

Bitcoin tercatat telah naik 116% dari harga terendah di tahun ini pada US$27.734 pada 4 Januari.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 12 Apr 2021 18:23 WIB
Transaksi sepi, Direktur BEI khawatir investor lari ke Bitcoin

Nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat terus menyusut hingga ke rata-rata Rp8 triliun hingga Rp9 triliun per hari. Hal ini membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat terus mengalami penurunan, hingga ditutup pada level 5.948 pada Senin (12/4).

Sepinya transaksi di bursa ini, salah satunya diperkirakan akibat investor yang mengalihkan portofolio investasinya ke instrumen Bitcoin. 

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Laksono Widito Widodo mengaku khawatir dana investor lari ke instrumen Bitcoin.  

"Secara pribadi ada sedikit kekhawatiran dari saya terkait hal ini. Walau saya belum tahu secara pasti seberapa besar penetrasi Bitcoin di Indonesia," ujar Laksono, Senin (12/4).

Di sisi lain, kata Laksono, secara regulasi, Bitcoin belum dianggap sebagai instrumen finansial yang diakui Bank Indonesia (BI) untuk dapat digunakan sebagai alat pembayaran atau sarana transaksi.

Sebagai informasi, nilai tukar Bitcoin dengan rupiah saat ini mencapai Rp875 juta untuk 1 Bitcoin atau telah menembus di atas harga US$60.000. Bitcoin tercatat menjadi mata uang kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar. 

Dilansir dari Reuters, Bitcoin tercatat telah naik 116% dari harga terendah di tahun ini pada US$27.734 pada 4 Januari. Bitcoin pertama kali mencapai level US$60.000 pada 13 Maret, lalu menyentuh rekor tertinggi US$61.781 saat Presiden AS, Joe Biden, menandatangani paket stimulus fiskal senilai US$1,9 triliun.

Kenaikan Bitcoin yang tinggi di tahun ini didorong oleh penerimaan instrumen ini sebagai investasi dan alat pembayaran di luar negeri. Selain itu, Bitcoin juga melonjak karena perusahaan besar seperti BNY Mellon, Asset Manager BlackRock Inc, Mastercard Inc, mendukung keberadaan mata uang kripto. Sementara perusahaan seperti Tesla, Square, MicroStrategy, berinvestasi di Bitcoin.

Sponsored

Bank besar di AS seperti Morgan Stanley pun menawarkan akses pendanaan Bitcoin ke klien wealth management-nya.

Berita Lainnya

Pemkot Kediri upayakan tambah ambulans

Sabtu, 10 Jul 2021 18:32 WIB

2 varian Xiaomi Mi MIX 4 muncul di TENAA

Kamis, 29 Jul 2021 15:17 WIB