sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Efek Covid-19, Transcoal Pacific tunda rencana dirikan 5 anak usaha

Selain pendirian lima anak usaha, perseroan juga menunda rencana penambahan jumlah armada kapal angkut.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Kamis, 09 Jul 2020 18:30 WIB
Efek Covid-19, Transcoal Pacific tunda rencana dirikan 5 anak usaha
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 516.753
Dirawat 66.752
Meninggal 16.352
Sembuh 433.649

Emiten jasa penyewaan kapal dan jasa angkutan barang, PT Transcoal Pacific Tbk. (TCPI) bakal menunda rencana ekspansi perseroan tahun 2020 akibat pandemi Covid-19. 

Direktur Utama Transcoal Pacific Dirc Richard Talumewo mengatakan, awalnya perseroan memiliki rencana untuk mendirikan lima anak usaha baru di bidang pelayaran tahun ini. Emiten berkode saham TCPI ini akan menyetorkan modal dasar masing-masing Rp100 miliar dengan modal ditempatkan dan disetor sekitar Rp25 miliar ke masing-masing anak usaha tersebut.

"Pembuatan lima anak usaha ini terkait dengan rencana belanja modal (capital expenditure/capex). Karena rencana capex kami ditunda, jadi kami akan review kembali," ujar Richard dalam konferensi virtual TCPI, Kamis (9/7).

Selain pendirian lima anak usaha tersebut, perseroan juga menunda rencana penambahan jumlah armada kapal angkut. Penambahan jumlah armada berupa satu unit floating crane, empat unit pusher barge, dan tiga set tug and barge akan dilakukan perseroan tahun 2021.

Penundaan penambahan armada tersebut disebabkan adanya penundaan pendanaan dari pihak perbankan. Namun, lanjut Richard, dirinya memastikan telah ada kesepakatan prinsip dengan pihak bank untuk memberikan pinjaman ke TCPI.

"Rencananya capex kami akan mengandalkan dari bank dan investasi lainnya. Saat ini kami sudah ada pembicaraan awal, tapi karena ada Ccovid, maka pihak bank menunda rencana ini," tuturnya.

Dengan rencana tersebut, Richard pun optimistis dengan prospek kinerja perseroan pada 2021. TCPI memprediksi proyeksi pengangkutan perseroan akan naik menjadi 59,2 juta metrik ton (MT) dari proyeksi 2020 yang diperkirakan menurun sebesar 44,5 juta MT.

Sebagai informasi, volume pengangkutan perseroan pada 2019 mencapai 55,14 juta MT. Kontribusi pengangkutan tersebut didominasi oleh pengangkutan batu bara yang mencapai 37 juta ton atau 68% dari total angkutan. Sementara sejumlah 17,4 juta ton atau 32% berasal dari angkutan lainnya.

Sponsored

Direktur TCPI Amril mengatakan capex perseroan akan terus meningkat secara bertahap hingga tahun 2024. Untuk tahun depan, perseroan berencana mengeluarkan capex sejumlah Rp735 miliar.

"Dengan capex yang terus meningkat hingga 2024, diharapkan rasio armada milik dan armada sewa yang dioperasikan perseroan saat ini berubah, dari 30:70 (30% milik perseroan, 70% sewa), menjadi 70:30 (70% milik perseroan, 30% sewa)," ucap Amril.

Adapun hingga 2019, TCPI tercatat mengoperasikan 498 kapal, dengan jumlah kapal yang dimiliki sebanyak 146 unit.

Berita Lainnya