sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Evaluasi pajak, IHSG bisa bertengger di level 6.000

Sentimen positif dari dalam negeri mendorong IHSG mencapai posisi 6.000.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Kamis, 22 Nov 2018 07:51 WIB
Evaluasi pajak, IHSG bisa bertengger di level 6.000

Setelah melanjutkan pelemahannya pada akhir perdagangan Rabu (21/11), Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi rentan menuju area support pada perdagangan hari ini. 

Equity Technical Analyst Reliance Sekuritas Lanjar Nafi memprediksi IHSG masih akan mengalami tekanan untuk kembali bertahan pada level support dengan support resistance 5.900-6.000. Lanjar menjelaskan, tren dan sentimen negatif pada komoditas tambang energi dan logam mendorong investor melakukan aksi jual pada perdagangan kemarin. 

Sebab investor berspekulasi pada kenaikan BI 7 days repo rate yang akan memberikan gejolak negatif pada pertumbuhan pinjaman. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kalau investor asing membukukan aksi jual bersih atau net sell senilai Rp587,04 miliar. 

Walhasil, IHSG ditutup melemah 0,95% atau 57,24 poin pada level 5.948,05. Penurunan ini terbesar sejak berakhir melemah sekitar 1,7% pada 12 November.

Indeks melanjutkan pelemahannya pada perdagangan hari kedua berturut-turut setelah berakhir terkoreksi 0,12% atau 7,05 poin pada posisi 6.005 pada perdagangan sebelum libur nasional, Senin (20/11). Dengan demikian, saham-saham yang dapat dicermati diantaranya WTON, BNLI, ADRO, ITMG, INDY, ERAA, dan ESAA.

Terpisah, Analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji Gusta Utama mengatakan pada perdagangan hari ini, IHSG akan bergerak pada area support 5.874-5.911 dan resisten 5.981-6.015.

"Terlihat pola downward bar yang mengindikasikan adanya potensi pelemahan lanjutan pada pergerakan IHSG. Sehingga berpeluang menuju ke area support," ungkap Nafan.

Beberapa saham yang dia rekomendasikan yaitu BKSL, DOID, MAPI, TINS, UNTR, dan UNVR.

Sponsored

Sementara, Direktur Riset dan Investasi Kiwoom Sekuritas Indonesia Maximilianus Nico Demus mengatakan IHSG berpotensi melemah dengan support dan resistance pada level 5.911-5.982. Sentimen datang dari luar negeri yaitu Italia terkait kondisi politik ekonomi negara dan mengarah terjadinya krisis Italia. 

"Karena kalau permasalahan ini tidak ditanggulangi, maka resiko terjadinya krisis fiskal di Italia akan menjadi tinggi," kata Nico. 

Adapun sentimen dari dalam negeri yaitu Presiden RI Joko Widodo memberikan arah agar dilakukan evaluasi berkala terhadap insentif perpajakan demi menarik investasi. Plus, Menteri Keuangan Sri Mulyani yang memberikan insentif perpajakan yang diberikan kepada dunia usaha mencakup tax holiday dan tax allowance akan diperluas dari sisi sektor, klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia (KLBI), dan kelompok bidang usaha yang akan mendapatkan tax holiday

Selain itu, pemerintah juga menggunakan tax allowance untuk memberikan insentif untuk usaha kecil menengah, pembebasan PPN (Pajak Pertambahan Nilai), serta insentif perpajakan di sektor pertambangan, serta bea masuk yang ditanggung oleh pemerintah (BMDTP). Tentu hal ini merupakan sesuatu yang baik karena akan mendorong investasi asing di Indonesia.

"Hal ini juga penting karena akan memberikan relaksasi dan stimulus bagi perekonomian dalam negeri. Namun relaksasi seperti ini tentu tidak bisa memberikan impact dalam waktu dekat, hal ini mungkin akan memberikan hasil untuk jangka menengah hingga panjang," pungkasnya.

Berita Lainnya
×
tekid