logo alinea.id logo alinea.id

Garap Trans Sumatera, laba bersih Hutama Karya melonjak 80%

Pada tahun ini Hutama Karya sudah menyelesaikan 17% dari keseluruhan Tol Trans Sumatera.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Rabu, 07 Agst 2019 10:32 WIB
Garap Trans Sumatera, laba bersih Hutama Karya melonjak 80%

PT Hutama Karya (Persero) meraup laba bersih senilai Rp1,1 triliun pada semester I-2019. Angka ini meningkat tajam sebesar 79,81% dibandingkan laba bersih Hutama Karya pada periode yang sama 2018 senilai Rp614 miliar.

“Alhamdulilah, sampai dengan akhir semester pertama tahun ini, banyak pencapaian luar biasa yang sudah diraih oleh Hutama Karya," ujar Direktur Utama Hutama Karya Bintang Perbowo dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (7/8).

Perolehan fantastis laba bersih Hutama Karya di semester I-2019 ini sekaligus menandai capaian laba bersih yang meningkat tajam hingga hampir dua kali lipat atau 50,17% dari target laba bersih satu tahun yang ditetapkan oleh perseroan.

Hutama Karya telah merampungkan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera sampai dengan 2019 sepanjang kurang lebih 470 kilometer (km). Realisasi ini sudah mencapai 17% dari target penugasan pembangunan jalan tol dari pemerintah sepanjang 2.765 km.

"Hal ini dicapai dengan melakukan berbagai inovasi, perbaikan metode kerja, dan efisiensi dalam melakukan procurement," kata Bintang.

Bintang juga mengatakan Hutama Karya meraih margin pendapatan sebesar Rp8,11 triliun pada semester I-2019. Hal ini, menurut dia, didorong oleh penerapan inovasi perusahaan. Contohnya di bidang operasional dan keuangan seperti memperkuat infrastruktur IT, pengembangan Enterprise Resource Planning (ERP), penerapan Building Information Modelling (BIM), serta inovasi dalam penciptaan instrumen pendanaan.

Sementara, sisi perolehan margin, perusahaan mencatatkan pertumbuhan Net Profit Margin (NPM) yang positif. Net Profit Margin tumbuh sebesar 13,61% jika dibandingkan dengan kinerja di periode yang sama di tahun 2018 yaitu sebesar 6,35%.

Hingga semester I-2019, Perseroan memiliki rasio utang berbunga terhadap ekuitas (Gross Gearing Ratio) yang masih memberikan kesempatan bagi perseroan untuk lebih agresif dalam menambah sumber pendanaan terkait pengerjaan proyek-proyek strategis nasional. Sebab, level rasio masih sebesar 0,66 kali sedangkan batas utang berbunga (debt covenant) sebesar 2,25 kali.

Sponsored

“Hal ini tentunya akan menjadi penopang penting dalam rangka mempercepat penyelesaian penugasan Pemerintah di Jalan Tol Trans Sumatera," ujarnya. (Ant)