close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi. Foto Antara.
icon caption
Ilustrasi. Foto Antara.
Bisnis
Rabu, 21 Desember 2022 11:32

H-4 Nataru, Kementerian ESDM pastikan stok BBM dan LPG aman

Stok maupun pendistribusian BBM dan LPG terpantau normal pada H-4 jelang perayaan Natal 2022.
swipe

Stok bahan bakar minyak (BBM) dan LPG dipastikan aman selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022/2023. Tim Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan, stok maupun pendistribusian BBM dan LPG terpantau normal pada H-4 jelang perayaan Natal 2022.

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH) Migas Erika Retnowati mengatakan, distribusi gasoline (bensin RON 90/Pertalite) mengalami kenaikan sebesar 6,09% dibanding penyaluran normal. Kenaikan juga terjadi pada penyaluran gas oil (solar) sebanyak 10,29% dan Avtur hingga 12,44% dari penyaluran normal.

"Kenaikan ini dikarenakan banyak masyarakat yang menggunakan moda transportasi udara baik untuk perayaan Natal 2022 maupun Liburan Tahun Baru 2023. Jangan khawatir, ketahanan stok gasoline, gas oil, kerosene, maupun avtur diatas 17 hari," kata Erika dalam keterangan resmi, Rabu (21/12).

Lebih lanjut, ketahanan stok untuk BBM jenis bensin RON 90 (Pertalite) mencapai 21 hari. Sementara, stok solar mencapai ketahanan 20 hari.

Kemudian, Erika menyebut, stok LPG untuk kegiatan niaga gas di wilayah Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi dan wilayah Indonesia Timur, status operasinya terpantau aman dan normal. Begitu juga dengan kegiatan penyaluran gas untuk rumah tangga.

"Kondisi stok LPG sebesar 431.607 Metrik Ton (MT) dengan coverage days 17,84 hari," ujar Ketua Tim Posko Sektor ESDM tersebut.

Erika juga melaporkan kondisi di sektor ketenagalistrikan. Berdasarkan data tim posko nasional sektor ESDM hingga 19 Desember 2022, periode beban puncak malam hari dan keseluruhan sistem dilaporkan dalam kondisi aman.

"Secara keseluruhan, Daya Mampu Pasok Nasional sebesar 45.776,30 MW dan Beban Puncak sebesar 39.492,46 MW, sehingga Kapasitas Cadangan Daya Nasional sebesar 6.283,84 MW atau sebesar 15,91%," tutur Erika.

Adapun untuk pelaksanaan posko nasional di sektor geologi, terdapat empat gunung api dengan aktivitas siaga yang dipantau oleh tim. Keempat gunung api tersebut adalah Gunung Anak Krakatau, Merapi, Semeru, dan Ili Lewotolok.

Di samping itu, terdapat 17 gunung api yang juga dipantau dan berstatus level 2 atau waspada. Perinciannya, yakni Gunung Awu, Banda Api, Bromo, Dempo, Dukono, Gamalama, Ibu, Ili Werung, Karangetang, Kerinci, Lokon, Marapi, Rinjani, Sangeangapi, Sinabung, dan Soputan.

img
Gempita Surya
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan