sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pertamina akan keluarkan Bioetanol E5, anggota DPR: Kita lihat saja respons masyarakat

Perlu didalami bagaimana ketersediaan sumber dan proses pembuatan bioetanol ini, agar tidak terjadi kompetisi antara “fuel dan food".

Fitra Iskandar
Fitra Iskandar Sabtu, 10 Jun 2023 17:02 WIB
Pertamina akan keluarkan Bioetanol E5, anggota DPR: Kita lihat saja respons masyarakat

Pertamina berencana menambah satu jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) bernama Bioetanol E5. Agar disambut baik masyarakat, Pertamina harus merancang strategi komunikasi yang baik terkait peluncuran jenis BBM baru itu. 

Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto menilai, peluncuran Bioetanol 95 itu adalah aksi korporasi yang inovatif dari Pertamina. Jadi sah-sah saja selama sesuai dengan bingkai peraturan perundangan yang berlaku.

"Bioetanol E5 yang berisi campuran 95 persen Pertamax (RON 95) dan 5 persen bioetanol sebaiknya dipasarkan dengan harga ekonomis sehingga masyarakat tertarik menggunakan. Bioetanol sendiri dibuat dengan teknik fermentasi biomassa seperti umbi-umbian, jagung atau tebu, dan dilanjutkan dengan destilasi," katanya.
 
"Pemerintah sendiri telah mencanangkan penggunaan BBM Bioetanol E5 ini sejak 2015 lalu. Namun secara teknis dan bisnis belum bisa segera direalisasikan. Jadi kalau Pertamina akan segera melaunching Bioetanol E5 ini, setelah mendapat izin dari Kementerian ESDM, maka tentu baik-baik saja. Kita lihat saja nanti bagaimana respons masyarakat terhadap jenis BBM baru ini.  Ini juga kan tergantung harga Bioetanol E5 tersebut," kata Mulyanto. 
 
Mulyanto menambahkan, seperti juga biosolar, BBM Bioetanol E5 tentu saja lebih ramah terhadap lingkungan dan dapat mengurangi sumber daya fosil serta impor BBM, apalagi kalau komposisi etanol-nya secara bertahap ditingkatkan menjadi 30 persen atau lebih.
 
"Namun, perlu didalami bagaimana dengan kondisi stok, ketersediaan sumber dan proses pembuatan bioetanol ini, agar tidak terjadi kompetisi antara “fuel” dan “food”. Seperti juga biosolar, maka bioetanol ini juga sangat bergantung pada ketersediaan sumber etanolnya," katanya.

Sponsored
Caleg Pilihan
Berita Lainnya
×
tekid