close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi SPBU Pertamina. Dokumentasi Pertamina
icon caption
Ilustrasi SPBU Pertamina. Dokumentasi Pertamina
Bisnis
Rabu, 06 April 2022 19:08

Pertamina butuh waktu 1-2 pekan hitung shifting Pertamax ke Pertalite

"Perpindahan pengguna Pertamax ke Pertalite belum bisa kita lihat langsung karena kondisi ini masih temporary."
swipe

PT Pertamina (Persero) membutuhkan waktu sekitar 1-2 pekan untuk mengetahui perpindahan (shifting) pola konsumsi bahan bakar minyak (BBM) masyarakat dari nonsubsidi jenis Pertamax (RON 92) ke Pertalite (RON 90) setelah terjadinya kenaikan.

Hal tersebut disampaikan Pjs. Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, SH C&T PT Pertamina, Irto Ginting. Menurutnya, kondisi saat ini sifatnya masih temporer.

"Perpindahan pengguna Pertamax ke Pertalite belum bisa kita lihat langsung karena kondisi ini masih temporary. Nanti akan kita lihat riilnya dalam 1-2 minggu ke depan," ungkapnya kepada Alinea.id, Rabu (6/4).

Irto menjelaskan, Pertamina dalam beberapa hari terakhir menyiagakan beberapa fasilitas terminal BBM selama 24 jam untuk memastikan penyaluran Pertalite dan solar ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Lebih lanjut, dia mengatakan, Pertamina secara operasional akan memantau kondisi stok di SPBU secara digitalisasi.

"Dan memprioritaskan pengiriman bagi SPBU yang stoknya sudah dirasa kurang untuk kebutuhan konsumsi masyarakat di wilayah tersebut," jelasnya.

Pertamina diketahui menaikkan harga BBM Pertamax (RON 92) menjadi Rp12.500 per liter atau naik Rp3.500 dari harga awal Rp9.000 per liter pada 1 April 2022. 

Direktur Executive Energy Watch, Mamit Setiawan, menyampaikan, masyarakat akan beralih ke BBM Pertalite saat harga Pertamax naik. Akan tetapi, menurutnya, migrasi hanya bakal terjadi pada awal kenaikan.

"Migrasi ke Pertalite, saya perkirakan, di antara 20-25% saja. Itupun akan terjadi di awal-awal kenaikan," ungkapnya kepada Alinea.id, Jumat (1/4).

Setelah itu, sambungnya, masyarakat akan kembali pada pola konsumsi dengan kembali menggunakan Pertamax. Pengguna Pertamax, menurutnya, segmented, khususnya golongan menengah ke atas.

Mereka paham akan pentingnya dan manfaat menggunakan bahan bakar dengan RON tinggi. Selain itu, kenaikan ini juga masih bersaing.

"Dan lebih murah dibandingkan dengan SPBU swasta dan harganya juga sebenarnya swasta sudah berada di angka tersebut," ujarnya.

img
Anisatul Umah
Reporter
img
Fatah Hidayat Sidiq
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan