sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Hipmi senang UMKM kecipratan proyek miliaran

Ada 30 perusahaan pelat merah yang bakal bekerja sama dengan UMKM

Fathor Rasi
Fathor Rasi Senin, 25 Mei 2020 09:59 WIB
Hipmi senang UMKM kecipratan proyek miliaran
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 80094
Dirawat 37247
Meninggal 3797
Sembuh 39050

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi), Mardani H Maming berterimakasih kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang membuka peluang bagi swasta dan UMKM untuk menggarap proyek yang nilainya berkisar Rp2 miliar Rp14 miliar. 

"Saya yakin anggota Hipmi lebih semangat lagi untuk maju," kata BPP HIPMI Mardani H Maming, Senin (25/05).

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir menyebut bakal menggandeng swasta skala Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk menggarap proyek yang nilainya berkisar Rp2 miliar hingga Rp14 miliar. 

Setidaknya ada sebanyak 30 perusahaan pelat merah yang nantinya akan dikerjasamakan dengan UMKM dalam berbagai proyek-proyek dengan nilai tersebut.

Erick juga menjamin lelang proyek untuk korporasi dan UMKM dilakukan transparan. Tujuannya, untuk menghindari proyek BUMN hanya berputar di lingkungan BUMN dan tidak ingin ada anak, cucu, atau cicit usaha BUMN ikut dalam  tender yang telah diprioritaskan untuk UMKM.

Menurut Mardani, saatnya pengusaha muda yang umumnya memiliki bidang usaha kategori UMKM diberikan kesempatan lebih luas untuk mengembangkan bisnis.

Salah satu pintu masuknya yaitu dapat menggarap proyek pembangunan dalam negeri yang banyak tersedia dari pemerintah.

"Kesempatan emas bersinergi dengan pemerintah harus benar-benar bisa dimanfaatkan kawan-kawan pelaku UMKM. Tunjukkan jika kita memiliki potensi asal diberi ruang terlibat," kata CEO PT Batulicin Enam Sembilan Group dan PT Maming Enam Sembilan itu.

Sponsored

Selama ini, jelas Mardani, pengusaha yang baru tumbuh yaitu UMKM dan startup seperti kebanyakan anggota Hipmi terbentur adanya praktik monopoli dari persaingan tidak sehat.

Sehingga mantan Bupati Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan ini mendorong adanya skema kerja sama yang jelas pelibatan perusahaan swasta pada setiap perencanaan pembangunan infrastruktur publik.

"Yang perlu dikawal betul sekarang, jangan sampai antara kebijakan pimpinan di atas, tidak sejalan dengan praktik di lapangan," bebernya.

Menurutnya, sektor swasta memiliki peranan penting meningkatkan neraca perdagangan. Sehingga sinergi antara pemerintah dan swasta membawa keuntungan bagi kedua belah pihak.

"Bagi pengusaha muda yang baru berkembang tentu mendapat pengakuan kinerja, sehingga memudahkan perusahaan menjaring relasi bisnis lebih luas dan pada akhirnya dapat terus tumbuh besar dengan jumlah karyawan semakin banyak," pungkas Mardani. (Ant)

Berita Lainnya