sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Holding BUMN Pertambangan ambil alih 20% saham Vale Indonesia

Langkah ini sesuai dengan mandat MIND ID untuk mengelola cadangan mineral strategis Indonesia.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Sabtu, 20 Jun 2020 16:29 WIB
Holding BUMN Pertambangan ambil alih 20% saham Vale Indonesia
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 404.048
Dirawat 60.569
Meninggal 13.701
Sembuh 329.778

Holding BUMN Pertambangan, MIND ID menandatangani perjanjian definitif dengan Vale Canada Limited (VCL), Sumitomo Metal Mining Co Ltd. (SMM), untuk pembelian 20% saham PT Vale Indonesia Tbk. (PTVI) pada, Jumat (19/6).

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, langkah ini sesuai dengan mandat MIND ID untuk mengelola cadangan mineral strategis Indonesia dan mendorong hilirisasi industri pertambangan nasional.

“Kita berhasil menambah lagi kepemilikan negara di sektor pertambangan. Indonesia merupakan salah satu produsen nikel terbesar di dunia sehingga transaksi saham PTVI ini menjadi bagian penting dalam rencana pengembangan industri baterai untuk mobil listrik," katanya dalam keterangan resmi, Sabtu (20/6).

Nikel memiliki potensi tinggi pada masa depan seiring pesatnya tren kendaraan listrik di dunia. Transaksi ini, menggambarkan komitmen pemerintah Indonesia dalam memastikan lingkungan yang ramah bisnis serta pengembangan strategis jangka panjang dari industri pertambangan Indonesia.

Menurutnya, Indonesia memainkan peran strategis utama dalam industri nikel global. Transaksi tersebut merupakan pengembangan penting bagi industri nikel, mengingat PTVI sendiri memiliki salah satu aset nikel terbaik dan terbesar di dunia.

Sedangkan, kemitraan MIND ID dengan PTVI ini juga membuktikan kepercayaan bagi perusahaan pertambangan global terhadap peluang pasar di Indonesia. 

“Partisipasi MIND ID di perusahaan tambang kelas dunia, seperti Vale Indonesia (Brazil/Kanada) dan Freeport Indonesia (Amerika Serikat), merupakan bukti keberhasilan Indonesia dalam menarik investasi perusahaan global ke industri pertambangan nasional,” ujar Erick.

Proses transaksi ini ditargetkan selesai di akhir tahun 2020. Dengan demikian kepemilikan saham di PTVI akan berubah menjadi VCL 44,3%, MIND ID 20%, SMM 15%, dan publik 20,7%.

Sponsored

Sebelumnya, PTVI menandatangani amandemen Kontrak Karya (KK) pada1996 dengan Pemerintah Republik Indonesia. Dimana KK tersebut akan berakhir pada Desember 2025. 

Agar PTVI berhak atas perpanjangan lisensi untuk tetap beroperasi di luar 2025, maka persyaratan tertentu harus dipenuhi. Termasuk divestasi 20% saham PTVI kepada pemerintah Indonesia.

Berita Lainnya