close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi. IHSG diprediksi menguat terbatas hari ini, Senin (30/1/2023). Freepik
icon caption
Ilustrasi. IHSG diprediksi menguat terbatas hari ini, Senin (30/1/2023). Freepik
Bisnis
Senin, 13 Februari 2023 08:32

IHSG berpotensi melemah terbatas hari ini

Pilarmas merekomendasikan lima saham yang berpotensi cuan hari ini.
swipe

Pilarmas Investindo Sekuritas memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini (13/2) berpotensi melemah terbatas. IHSG diperkirakan akan bergerak di rentang 6.809 hingga 6.934.

“Ada potensi rebound tapi cukup lemah, cermati dan amati,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Senin (13/2).

Sebelumnya, pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (10/2), IHSG ditutup melemah 17 poin atau turun 0,25% ke level 6.880. Penurunan ini dipicu melemahnya sektor teknologi, energi, barang konsumen primer, barang konsumen non-primer, keuangan, serta properti dan real estate.

Pada riset tersebut diungkapkan, pemulihan ekonomi China memerlukan waktu yang lebih lama dari perkiraan. Adanya pelonggaran kebijakan moneter China harapannya bisa segera mendorong pemulihan ekonomi, namun ternyata kenaikan inflasi China dari 1,8% menjadi 2,1% masih belum sesuai harapan.

Selain itu, Producer Price Index (PPI) juga mengalami penurunan dari -0,7% menjadi -0,8%. PPI memiliki korelasi yang positif dengan ekspektasi inflasi di masa depan, dengan menghitung tiga sektor produksi, yaitu perusahaan berbasis komoditas, industri, dan tahap pengolahan.

“Apabila ada perubahan kenaikan pada indeks ini, maka akan mendorong biaya meningkat, dan pada akhirnya kenaikan harga akan dibebankan kepada konsumen. Jika kenaikan dari PPi meningkat, maka inflasi pun akan meningkat di masa yang akan datang,” kata Pilarmas Investindo Sekuritas.

Pilarmas menyebutkan, pada perekonomian China yang paling sulit adalah pemulihan akan kepercayaan masyarakat untuk kembali melakukan konsumsi dan mendorong perekonomian. Situasi dan kondisi meskipun mulai kondusif, tapi belum mampu mendorong keyakinan. Hal tersebut membuat perekonomian sulit pulih dan diperkirakan ekonomi China 2023 ada di kisaran 2% sampai 2,5%.

Kemudian, Pilarmas Investindo Sekuritas juga menyampaikan, di tengah ketidakpastian yang masih tinggi saat ini, Uni Eropa juga tengah mempersiapkan paket sanksi ke-10 yang ditujukan ke Rusia dan akan berlaku pada Maret 2023. Meskipun sanksi tersebut hingga kini belum diketahui dan belum diinformasikan secara lengkap perihal apa.

Hal tersebut dinilai akan memantik kembali kenaikan harga komoditas di tengah tren penurunan harga pupuk. Pasalnya, ini nantinya akan kembali meningkatkan harga pupuk hingga menaikan biaya operasional. 

Hal yang juga menjadi perhatian dalam negeri yaitu dari sisi ketersediaan stok pupuk untuk menjaga stabilisasi harga.

“Pupuk Kaltim juga digadang akan melepaskan saham ke publik sebagaimana kita ketahui, bahwa emiten pupuk di Indonesia terbatas. Sehingga, dengan IPO Pupuk Kaltim akan memberikan tambahan variasi produk di bursa efek tanah air,” tuturnya.

Pada perdagangan hari ini, saham yang menjadi pilihan Pilarmas Investindo Sekuritas untuk dipantau adalah SMGR dengan support 7.550 dan resisten 7.950, AGII support 2.090 dan resisten 2.300, BBTN support 1.345 dan resisten 1.430, BMRI, dan ADCP.

img
Erlinda Puspita Wardani
Reporter
img
Ayu mumpuni
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan