logo alinea.id logo alinea.id

Inalum kantongi global bonds Rp58,4 triliun dan siap akusisi Freeport

Inalum telah mengantongi dana hasil penerbitan global bonds senilai US$4 miliar setara Rp58,4 triliun untuk akuisisi PT Freeport Indonesia.

Sukirno
Sukirno Rabu, 21 Nov 2018 02:59 WIB
Inalum kantongi global bonds Rp58,4 triliun dan siap akusisi Freeport

Inalum telah mengantongi dana hasil penerbitan global bonds senilai US$4 miliar setara Rp58,4 triliun untuk akuisisi PT Freeport Indonesia.

Setelah akuisisi, PT Freeport Indonesia pada 2023 diproyeksi bakal mencapai US$7,463 miliar setara Rp108 triliun (kurs Rp14.500 per dollar AS).

Head of Corporate Communication and Government Relations PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum Rendi Witular, mengatakan pendapatan itu merupakan proyeksi tertinggi. 

Menurut dia, pendapatan pada 2021 PT Freeport Indonesia hanya pada angka US$5,121 miliar. Angka tersebut, merevisi proyeksi sebelumnya di mana pada data Inalum tahun 2021 PT FI membukukan pendapatan finansial dengan nilai US$9,121 miliar atau setara Rp133,2 triliun.

Sebelumnya, perusahaan induk BUMN pertambangan Inalum menyatakan sudah mendapatkan dana pembelian 51% saham milik asing di Freeport Indonesia sebesar US$4 miliar atau setara Rp58,4 triliun dari hasil penerbitan obligasi global.

"Dana obligasi global sudah diperoleh. Dengan begitu kami sudah siap melakukan transaksi dengan Freeport," kata Rendi, Selasa (20/11).

Lebih lanjut, Rendi menjelaskan dana hasil obligasi tersebut akan digunakan untuk membiayai transaksi pembelian saham mayoritas Freeport dan sisanya untuk refinancing.

Hingga kini, langkah selanjutnya adalah menunggu selesainya dokumen di kementerian terkait lainnya, meliputi IUPK di Kementerian ESDM dan terkait perpajakan dan jaminan investasi di Kementerian Keuangan.

Sponsored

Global bonds yang diterbitkan Inalum merupakan yang pertama. Ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap Inalum dan kondisi ekonomi nasional.

Dalam penerbitan global bonds tersebut, Inalum menjelaskan, tidak ada yang digadaikan, dan tidak ada aset yang dijaminkan.

Obligasi tersebut memiliki empat tenor, yakni tiga tahun dengan nilai emisi US$1 miliar dengan kupon 5,230%, tenor lima tahun senilai US$1,25 miliar dengan kupon 5,710%, tenor 10 tahun senilai US$1 miliar dengan kupon 6,530%, dan tenor 30 tahun senilai US$750 juta dengan tingkat kupon 6,757%.

Pada saat penawaran obligasi global mengalami oversubscribe (kelebihan permintaan). Untuk obligasi dengan tenor tiga tahun, kelebihan permintaannya mencapai US$4,1 miliar, untuk tenor lima tahun oversubscribe mencapai US$5,5 miliar, untuk tenor 10 tahun, mengalami oversubcribe mencapai US$7,1 miliar, dan untuk tenor 30 tahun kelebihan permintaan mencapai US$3,7 miliar.

Sumber : Antara

Riwayat Stasiun Gambir, dahulu jadi tumpuan

Riwayat Stasiun Gambir, dahulu jadi tumpuan

Senin, 14 Okt 2019 21:28 WIB
Denny Siregar: Saya bekerja tanpa komando

Denny Siregar: Saya bekerja tanpa komando

Sabtu, 12 Okt 2019 07:57 WIB