sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Indef: Pelabuhan Patimban harus bidik sektor pariwisata

Aviliani mengatakan pariwisata telah menjadi kebutuhan pokok masyarakat.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Jumat, 20 Nov 2020 19:05 WIB
Indef: Pelabuhan Patimban harus bidik sektor pariwisata
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 502.110
Dirawat 63.722
Meninggal 16.002
Sembuh 422.386

Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Aviliani mengatakan bahwa pengoperasian Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat, seharusnya tidak hanya difokuskan pada sektor perdagangan saja, namun juga pariwisata.

Menurut Aviliani, saat ini pariwisata telah menjadi kebutuhan pokok masyarakat, bukan lagi kebutuhan sekunder. Dengan dibangunnya pelabuhan yang baru, maka dapat memfasilitasi kebutuhan masyarakat.  

"Sekarang, pariwisata di Indonesia sudah menjadi kebutuhan pokok, bukan lagi kebutuhan sekunder. Jadi, dengan adanya pelabuhan ini memperbanyak pelabuhan-pelabuhan untuk memfasilitasi orang berwisata," katanya dalam diskusi online, Jumat (20/11). 

Oleh karena itu, menurutnya, pemerintah juga harus berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk membuka akses berwisata ke lokasi wisata baru di dalam negeri.

"Harus kerja sama dengan Kementerian Pariwisata untuk nantinya bisa menjangkau tempat-tempat wisata baru yang sebenarnya potensial, tapi belum dikembangkan," ujarnya.

Tingkatkan daya saing

Meskipun demikian, Aviliani mengapresiasi langkah pemerintah untuk mengembangkan Pelabuhan Patimban demi menghemat ongkos kirim. Pasalnya, selama ini yang menjadi isu dari rendahnya daya saing Indonesia adalah persoalan logistik yang mahal. 

"Saya mengapresiasi karena selama ini kalau kami lihat dalam daya saing, masalah logistik menjadi kendala karena biaya cukup besar kontribusinya dalam harga pokok," ucapnya.

Sponsored

Selain itu, dengan adanya pelabuhan internasional yang baru, Indonesia dapat mengirimkan langsung produk hasil produksi dalam negeri ke negara-negara tujuan ekspor, yang selama ini harus melewati pengemasan di Singapura atau Malaysia terlebih dahulu. 

"Sehingga keuntungan yang diperoleh jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya. Itu jadi salah satu keuntungan kalau kita punya pelabuhan internasional," sambungnya.

Dia berharap dengan adanya Pelabuhan Patimban ini dapat mendorong penciptaan substitusi impor dengan mendorong lebih banyak ekspor. 

Lebih jauh, menurutnya Pelabuhan Patimban harus terintegrasi dengan daerah kawasan industri di Jawa Tengah dan Jakarta, serta tersambung dengan Pelabuhan Tanjung Priok agar tidak memunculkan persaingan antar pelabuhan.

"Adanya pelabuhan internasional ini kami berharap ada substitusi impor, dengan ekspor kita naik. Itu juga salah satu hal yang bisa menjadi keunggulan pelabuhan ini. Dan mungkin akan related dengan Tanjung Priok supaya tidak ada persaingan di antara Tanjung Priok dan Patimban," tuturnya.

Menjinakkan La Nina demi ketahanan pangan

Menjinakkan La Nina demi ketahanan pangan

Senin, 23 Nov 2020 16:42 WIB
Efek domino kekerasan perempuan berbasis online

Efek domino kekerasan perempuan berbasis online

Minggu, 22 Nov 2020 14:48 WIB
Berita Lainnya