logo alinea.id logo alinea.id

Indonesia masih belum cabut larangan terbang Boeing 737 MAX

Indonesia masih belum mencabut larangan terbang pesawat Boeing 737 MAX 8 dari pabrikan asal Amerika Serikat itu.

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Kamis, 21 Mar 2019 20:45 WIB
Indonesia masih belum cabut larangan terbang Boeing 737 MAX

Indonesia masih belum mencabut larangan terbang pesawat Boeing 737 MAX 8 dari pabrikan asal Amerika Serikat itu.

Kementrian Perhubungan belum tentu akan memberikan izin rekomendasi laik terbang kepada pesawat Boeing 737 MAX 8, meskipun Federal Aviation Administration (FAA) nantinya akan memberikan restu. 

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku masih menunggu keputusan dikandangkannya Boeing 737 MAX 8 dari FAA dan Boeing. Seluruh armada pesawat Boeing 737 MAX 8 terancam akan dilarang beroperasi sampai Mei 2019 oleh FAA.

"Kami masih menunggu rekomendasi yang diberikan oleh FAA dan Boeing sebagai sandaran. Karena barang yang kita gunakan ini milik Boeing dan di bawah cover oleh FAA," kata Budi di kantornya, Kamis (21/3). 

Kendati demikian, lanjut Budi, apabila nantinya FAA atau Boeing sudah memberikan laik terbang pesawat Boeing 737 MAX 8, Kemenhub tidak akan langsung memberikan restu pesawat jenis itu terbang di Indonesia. 

Pasalnya, laik terbang itu harus diikuti dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang baru. Pasalnya, kata Budi, kemungkinan akan ada pembaharuan perangkat lunak atau software di dalam pesawat. 

"Kemenhub tidak akan langsung memberikan izin laik terbang. Karena harus diikuti dengan SOP yang baru. Mungkin ada perubahan-perubahan yang berarti di sana, jadi laik terbang pasti juga diikuti dengan presedur. Prosedur itu kita cek disini," kata Budi menjelaskan. 

Seperti diketahui, Boeing berniat untuk segera menerbitkan perangkat lunak baru untuk pesawat Boeing 737 MAX 8, sebagai respons kecelakaan penerbangan Lion Air JT-610 dan Ethiopian Airlines 302 buatannya. Sehingga, maskapai di seluruh dunia diperkirakan akan menerima perangkat lunak baru untuk pesawat Boeing 737 MAX 8 yang saat ini terbang. 

Sponsored

Kendati demikian, pernyataan itu belum resmi keluar dari FAA. Tapi, yang jelas apabila nantinya setelah itu FAA dan Boeing sudah memberikan rekomendasi laik terbang, pemerintah tidak akan serta merta langung memberikan juga izin terbang. 

"Jadi semua software-nya bisa diubah semua. Bisa software yang ada atau dengan satu SOP yang baru. Software-nya apa, SOP-nya apa kita lakukan sertifikasi dong . Jadi, ada satu pembuktian yang kita lakukan dan FAA juga memberikan sanksi-sanksi pada pihak tersebut," tutur Budi menegaskan.