sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

IPO, saham Palma Serasih langsung auto reject

Emiten kelapa sawit PT Palma Serasih Tbk. (PSGO) menawarkan sebanyak 2,850 miliar lembar saham senilai Rp105 per lembar.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 25 Nov 2019 11:47 WIB
IPO, saham Palma Serasih langsung auto reject

PT Palma Serasih Tbk., perusahaan produsen minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (25/11).

Emiten berkode saham PSGO ini menawarkan sebanyak 2,850 miliar lembar saham atau sebanyak 15,11% ke publik dengan harga penawaran sebesar Rp105 per lembar saham. Dengan penawaran tersebut, perusahaan menargetkan nilai emisi sebesar Rp299,250 miliar dari proses initial public offering (IPO).

Pada perdagangan pagi ini, saham PSGO mengalami auto reject atas (ARA) dengan dibuka menguat 69,52% ke level Rp178 per lembar saham. Saham PSGO diperdagangkan sebanyak tiga kali dengan volume 575 lot dengan nilai Rp10,24 juta.

Direktur Utama PSGO Budiono Tanbun mengatakan dana hasil penawaran umum setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan seluruhnya untuk peningkatan setoran modal di Entitas Anak agar dapat melakukan ekspansi usaha.

"Rinciannya, sebesar 43,66% akan digunakan untuk belanja modal atau capital expenditure (capex) tanaman, kemudian modal kerja sebesar 29,76%, tambahan dana pembangunan pabrik kelapa sawit sebesar 14,15%, dan capex non tanaman sebesar 12,44%," kata Budiono di Jakarta, Senin (25/11).

Budiono mengatakan dengan IPO ini, perseroan optimistis bisa mencetak laba di tahun 2020. Sebab, berdasarkan prospektus PSGO dengan buku per 31 Mei 2019, perusahaan masih mencatatkan rugi bersih sebesar Rp51 miliar, naik 22,54% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp42 miliar.

Adapun untuk tahun ini, Budiono memperkirakan kinerja perseroan masih mencatatkan rugi hingga akhir tahun. Sementara itu, untuk tahun 2020, Budiono memperkirakan laba usaha dapat dibukukan perseroan mengingat harga CPO yang semakin meningkat.

Untuk diketahui, Palma Serasih memulai usaha sejak tahun 2008 dengan izin lokasi pertama seluas kurang lebih 3.600 ha. Lalu dilanjutkan dengan penanaman perdana pada 2009 dengan total kurang lebih 1.400 ha (inti dan plasma) sampai dengan akhir 2009. Kemudian pada 2012, perusahaan telah mencapai penanaman dengan total kurang lebih 11.100 ha (inti dan plasma).

Sponsored

Pada 2014, perseroan melakukan pembangunan pabrik kelapa sawit dengan kapasitas sebesar 60 TPH dan mencapai penanaman dengan total kurang lebih 14.400 ha (inti dan plasma). Hingga saat ini, perusahaan telah mengoperasikan lima entitas anak dengan luas lahan yang dimiliki sebesar kurang lebih 80.900 ha dan area tertanam seluas kurang lebih 31.000 ha. 
 

Berita Lainnya