sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Irfan Setiaputra diangkat jadi Dirut Garuda Indonesia

Irfan Setiaputra resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia menggantikan Ari Askhara.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Rabu, 22 Jan 2020 12:00 WIB
Irfan Setiaputra diangkat jadi Dirut Garuda Indonesia
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 506.302
Dirawat 64.878
Meninggal 16.111
Sembuh 425.313

Irfan Setiaputra resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Rabu (22/1). Irfan menggantikan I Gusti Ngurah Ari Askhara Danadiputra atau Ari Askhara yang dipecat oleh Menteri BUMN Erick Thohir karena diduga terlibat dalam kasus penyelundupan kasus motor Harley Davidson dan sepeda Brompton dari luar negeri.   

Selain itu, RUPSLB ini juga menetapkan Triawan Munaf sebagai Komisaris Utama Garuda Indonesia.

Mantan Komisaris Utama Garuda Indonesia Sahala Lumban Gaol mengatakan RUPSLB telah memutuskan ada perubahan struktur manajemen dengan menambah jabatan Wakil Komisaris Utama dan Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia. 

"Persetujuannya 99,98%. Usulan yang masuk, kami sampaikan ke pemegang saham. Usulan nama-namanya datang dari pemegang saham dwiwarna," kata Sahala, di Cengkareng, Rabu (22/1).  

Sahala melanjutkan, struktur baru yang dibuat sesuai dengan kebutuhan Garuda Indonesia. Sahala pun berharap tim Garuda Indonesia yang baru ini dapat segera bekerja. 

Lebih lanjut, Sahala berpesan kepada Komisaris Utama GIAA Triawan Munaf, bahwa Garuda Indonesia bukan perusahaan yang sederhana. Sebab, ada dua profesi di Garuda Indonesia yaitu pilot dan awak kabin. 

"Pilot perlu diatur, ini ujung tombaknya, mereka adalah penentunya, sedangkan profesi awak kabin ini luar biasa, memberikan layanan terbaik bagi penumpang. Ini harus dibina dan didukung," tuturnya. 

Pesan lain, lanjut Sahala, Dewan Komisaris harus memberikan lagi perhatian lebih dalam untuk pengambilan keputusan dan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG). 

Sponsored

"Tantangannya tak mudah, bekerja sama lah dengan direksi, jadi satu tim dengan direksi," ujarnya. 

Ke depan, Sahala berharap agar Garuda Indonesia jangan lagi mengutamakan penerimaan dari penumpang atau tiket. Menurut Sahala, perlu dicari keseimbangan antara penerimaan dari tiket dan non tiket. 

"Penerimaan non tiket harus lebih besar daripada tiket. Nantinya harga tiket di Indonesia akan lebih terjangkau, sehingga bisnis Garuda itu logistiknya diangkat," kata Sahala. 

Berikut adalah susunan komisaris dan direksi Garuda Indonesia terbaru. 

Dewan Komisaris
1. Komisaris Utama: Triawan Munaf
2. Wakil Komisaris Utama: Chairal Tanjung
3. Komisaris Independen : Yenny Wahid
4. Komisaris Independen: Elisa Lumbantoruan
5. Komisaris : Peter Gontha

Jajaran Direksi
1. Direktur Utama : Irfan Setiaputra
2. Wakil Direktur Utama : Dony Oskaria
3. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko : Fuad Rizal 
4. Direktur Operasi : Tumpal Manumpak Hutapea
5. Direktur Human Capital : Aryaperwira Adileksana 
6. Direktur Teknik : Rahmat Hanafi 
7. Direktur Layanan, Pengembangan Usaha, dan IT : Ade R. Susardi
8. Direktur Niaga dan Kargo : M. Rizal Pahlevi

Berita Lainnya