Istilah Epstein Files kembali menjadi sorotan global setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat atau Department of Justice (DOJ) merilis tambahan lebih dari tiga juta halaman dokumen terkait penyelidikan terhadap Jeffrey Epstein. Rilis tersebut merupakan bagian dari Epstein Files Transparency Act, yang ditandatangani menjadi undang-undang oleh Presiden Donald Trump pada 19 November 2025.
Berkas yang dirilis pada Jumat (30/1) itu turut mencakup lebih dari 2.000 video dan 180.000 gambar terkait kejahatan Epstein. Jika digabungkan dengan berkas yang dirilis sebelumnya, total keseluruhan dokumen mencapai sekitar 3,5 juta halaman.
Berkas-berkas tersebut dihimpun dari lima sumber utama, mencakup perkara di Florida dan New York terhadap Jeffrey Epstein, perkara di New York terhadap Ghislaine Maxwell, serta sejumlah kasus di New York yang menyelidiki kematian Epstein.
Selain itu, dokumen juga berasal dari kasus di Florida yang menelusuri dugaan keterlibatan mantan pelayan Epstein, berbagai investigasi FBI, serta penyelidikan Kantor Inspektur Jenderal Amerika Serikat terkait kematian Epstein, sebagaimana dilansir dari U.S. Department of Justice, Kamis (5/2).
Rilis ini dilakukan sebagai bagian dari kebijakan transparansi pemerintah Amerika Serikat untuk membuka arsip kasus yang selama bertahun-tahun tertutup bagi publik.
Siapa Jeffrey Epstein?
Jeffrey Epstein adalah mantan pengelola dana investasi asal Amerika Serikat yang lahir pada 1953. Kasus Epstein mulai menarik perhatian aparat hukum pada 2005, ketika muncul laporan bahwa ia merekrut dan mengeksploitasi remaja perempuan di bawah umur untuk tujuan seksual.
Meski sempat ditahan dengan hukuman ringan, nama Epstein kembali mencuat pada 2019 atas dakwaan perdagangan seks anak di bawah umur. Melansir Britannica, Kamis (5/2), Epstein diketahui memiliki dua pulau pribadi di Kepulauan Virgin Amerika Serikat, yakni Little St. James dan Great St. James, yang dalam berkas dakwaan disebut sebagai salah satu lokasi yang diduga digunakan dalam rangkaian tindak pidana tersebut.
Epstein meninggal dunia di sel tahanan Metropolitan Correctional Center, New York, sebelum kasusnya disidangkan, dalam peristiwa yang secara resmi dinyatakan sebagai bunuh diri.
Apa itu Epstein Files?
Epstein Files merujuk pada kumpulan dokumen investigasi dan pengadilan yang berkaitan dengan Jeffrey Epstein dan lingkaran terdekatnya, termasuk mantan pasangannya Ghislaine Maxwell, yang telah divonis bersalah atas perannya dalam membantu Epstein melakukan eksploitasi seksual.
Dokumen tersebut mencakup catatan penyelidikan FBI dan Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ), email dan korespondensi internal, log penerbangan serta daftar kontak, foto dan materi audiovisual, hingga transkrip kesaksian serta dokumen pengadilan, sebagaimana dilansir dari The Guardian, Kamis (5/3).
Mengapa dokumen ini dirilis sekarang?
Rilis dilakukan untuk memenuhi mandat Epstein Files Transparency Act, yang ditandatangani oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 19 November 2025. Undang-undang ini mewajibkan pemerintah Amerika Serikat membuka seluruh arsip kasus yang berkaitan dengan Epstein.
Berdasarkan aturan tersebut, seluruh berkas wajib dipublikasikan dalam waktu 30 hari setelah undang-undang disahkan, serta diserahkan kepada Komite Kehakiman Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat Amerika Serikat.
Meski demikian, otoritas Amerika Serikat menegaskan tidak semua informasi dipublikasikan. Sejumlah materi dikecualikan dari rilis, khususnya dokumen yang dapat mengidentifikasi para penyintas, berkaitan dengan keamanan nasional, masih berada dalam proses penyelidikan, serta memuat penggambaran eksplisit yang membahayakan anak-anak, mengutip BBC, Kamis (5/2).