Kasus meninggalnya Lula Lahfah membuat perhatian publik tertuju pada bahaya gas tertawa atau nitrous oxide (nitrogen/N₂O). Zat yang kerap dianggap ringan dan tidak berbahaya ini ternyata memiliki risiko kesehatan serius bila digunakan di luar pengawasan medis.
Dalam keterangan yang disampaikan kepolisian dan diberitakan sejumlah media nasional, penyelidikan menemukan adanya tabung gas tertawa di lokasi kejadian. Polisi menyebutkan tidak ditemukan unsur pidana dalam peristiwa tersebut, namun temuan gas tertawa menjadi bagian dari fakta yang disorot selama proses penyelidikan.
Gas tertawa sejatinya digunakan di dunia medis sebagai anestesi untuk membantu pasien merasa lebih rileks sebelum tindakan tertentu. Namun, seperti dijelaskan dalam informasi kesehatan HelloSehat, penggunaan N₂O tanpa pengawasan tenaga medis dapat menekan sistem saraf pusat dan menurunkan kadar oksigen dalam darah.
Belakangan, penyalahgunaan gas tertawa dilaporkan meningkat, terutama dalam bentuk kaleng yang awalnya ditujukan untuk kebutuhan kuliner, seperti krim kocok. BBC Indonesia mencatat bahwa kemudahan akses membuat N₂O kerap disalahgunakan untuk tujuan rekreasional demi efek euforia sesaat.
Secara medis, risiko paling berbahaya dari menghirup gas tertawa adalah hipoksia, yaitu kondisi ketika otak kekurangan oksigen. Mengacu pada informasi kesehatan dari Alodokter, kondisi ini dapat memicu pusing, mual, gangguan napas, pingsan mendadak, hingga kematian, terutama jika gas dihirup berulang kali atau di ruang tertutup.
Badan Narkotika Nasional (BNN) juga mengingatkan bahwa tren penyalahgunaan gas tertawa menjadi perhatian global. Sejumlah negara telah membatasi penggunaan N₂O untuk kepentingan rekreasi karena dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.
Kasus Lula Lahfah menjadi pengingat bahwa sesuatu yang terlihat “ringan” dan mudah diakses tetap bisa membawa risiko besar bagi kesehatan. Para ahli mengimbau masyarakat untuk tidak menjadikan gas tertawa sebagai sarana hiburan dan hanya menggunakannya untuk keperluan medis di bawah pengawasan tenaga kesehatan.