close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Kapal tol laut melintas di perairan Teluk Jakarta, Jakarta, Senin (23/7/2018).Foto Antara
icon caption
Kapal tol laut melintas di perairan Teluk Jakarta, Jakarta, Senin (23/7/2018).Foto Antara
Bisnis
Kamis, 16 September 2021 12:21

Kemenko Marves: Isu kemaritiman perlu jadi backbone dari semua aktivitas

Tetapi sayangnya literasi masyarakat Indonesia mengenai kemaritiman belum terlalu baik.
swipe

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Agung Suswandono mengingatkan kepada seluruh elemen masyarakat, bahwa Indonesia adalah negara maritim terbesar di dunia. 

“Jadi kemarin kemaritiman ini bukan hanya sekedar laut tetapi semua aspek yang terkait dengan kelautan dan perikanan. Dan ini merupakan aset yang besar dan sangat besar bagi Indonesia, untuk itu, kita semua harus paham bahwa ke depan backbone perekonomian dan pembangunan negara dan bangsa ini sudah selayaknya berasaskan kemaritiman,” ujar Agung secara virtual melalui akun YouTube Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI pada Kamis (16/9). 

Dengan tagline “Maritim Kuat, Indonesia Hebat”, Agung ingin membuka wawasan seluruh masyarakat Indonesia agar menjadi negara yang besar. Negara yang makmur dan menjadi negara yang dengan kemaritiman yang hebat.
Isu kemaritiman ini menurut Agung merupakan aspek besar yang tidak hanya mengubah dari sisi ekonomi saja, melainkan mengubah budaya dan perilaku bangsa Indonesia agar negara maritim ini benar-benar menjadi backbone dari seluruh pekerjaan dan perilaku kehidupan di Indonesia ini. 

Tetapi sayangnya literasi masyarakat Indonesia mengenai kemaritiman belum terlalu baik. Makanya Direktur Utama Balai Pustaka Achmad Fachrodji mengusulkan, agar literasi kemaritiman dimulai dari gerakan literasi nasional. 

“Gerakan literasi Indonesia pada 2018 itu urutan 72 dari 75 negara,” ujar Achmad secara virtual melalui akun YouTube Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI pada Kamis (16/9/2021). 

Menurut Achmad, pemerintah termasuk para pejabat saat ini abai untuk menghidupkan dan membangun banyaknya taman bacaan, menghadirkan buku,buku yang berkualitas termasuk buku-buku kemaritiman.

Maka dari itu, Balai Pustaka ingin membangun taman bacaan pesisir yang juga menjadi tanggung jawab pihak Kemenko Marves untuk meningkatkan literasi baca dan minat menulis Indonesia. 

“Saya berjanji dalam rangka memperingati hari literasi maritim ini akan membuat 1.000 judul buku kemaritiman,” ujar Achmad. 

img
Tiara Kandida Enggarsari
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan