sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Jelang puasa, pemerintah impor beras 500.000 ton

Menjelang puasa, pemerintah memutuskan kembali mengimpor beras sebanyak 500.000 ton untuk menjamin stok pasokan dan meredam kenaikan harga.

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Selasa, 15 Mei 2018 23:15 WIB
Jelang puasa, pemerintah impor beras 500.000 ton
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 534.266
Dirawat 66.752
Meninggal 16.825
Sembuh 445.793

Menjelang puasa, pemerintah memutuskan kembali mengimpor beras sebanyak 500.000 ton untuk menjamin stok pasokan dan meredam kenaikan harga.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan, beras sebanyak 500.000 ton itu akan diimpor dari Myanmar, Thailand, Kamboja, Pakistan, dan India.

Pemerintah memberikan ketentuan impor beras kepada Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog). Perum Bulog memiliki tenggat waktu hingga Juli 2018 untuk mengimpor beras.

"Dimulainya terserah Bulog, pokoknya dibatasai sampai bulan Juli," katanya, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Selasa (15/5).

Realisasi impor tersebut, kata Oke, harus mengacu kepada Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag). Sedangkan, Kementerian Perdagangan saat ini tengah dikejar taget untuk menyelesaikan beleid tersebut, agar bisa segera dikaji terkait adanya pelanggaran Undang-Undang atau tidak.

Permendag tersebut, sambungnya, harus diselaraskan dengan melihat kondisi yang sedang berlangsung. "Satu sampai dua hari harus selesai," ujarnya.

Dia menjelaskan, penambahan impor beras dilakukan untuk menekan lonjakan harga beras. Sebab, dia menilai harga beras saat ini masih cenderung tinggi.  

Sebagai informasi, sebelumnya Kemendag juga telah menerbitkan izin impor sebanyak 500.000 ton kepada Perum Bulog. Sehingga, pemerintah telah melakukan impor beras sebanyak 1 juta ton secara keseluruhan selama 2018. 

Sponsored
Berita Lainnya