close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada Ajang Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2022, Rabu (9/11/2022). Foto Pemprov Jawa Tengah
icon caption
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada Ajang Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2022, Rabu (9/11/2022). Foto Pemprov Jawa Tengah
Bisnis
Rabu, 09 November 2022 19:53

Jepara jadi primadona baru investasi asing di Jawa Tengah

Jepara menjadi wilayah dengan realisasi investasi terbesar di Jawa Tengah sepanjang kuartal I-III pada 2022. 
swipe

Jawa Tengah (Jateng) memiliki wilayah baru yang menjadi primadona di mata investor. Wilayah tersebut adalah Kabupaten Jepara yang tidak hanya menjadi tujuan utama investasi asing, tetapi juga merupakan wilayah dengan realisasi investasi terbesar di Jawa Tengah sepanjang kuartal I-III pada 2022. 

"Saya juga heran kalau ternyata Kabupaten Jepara mengundang banyak orang datang ke sana. Kawan-kawan saya investor dari Korea Selatan banyak sekali yang ke sana," ucap Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam sambutannya di acara Central Java Investment & Business Forum (CJIBF) 2022, Rabu (9/11).

Jika dilihat dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Ganjar mengungkapkan ada dua wilayah yang menjadi unggulan di Jawa Tengah, yaitu Kota Semarang dan Kabupaten Demak. 

Menurut Ganjar, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan Jawa Tengah masih menjadi primadona tujuan investasi. Salah satunya adalah banyaknya kawasan industri yang beroperasi di wilayah tersebut. 

"Kawasan industri ini yang sebenarnya sudah siap untuk tinggal kita jual saja. Mumpung ada kawan-kawan bupati dan wali kota, saya minta tolong betul. Satu, dijaga kemudahannya karena itu jadi insentif. Kedua, dijaga agar jangan sampai ada pungutan liar (pungli)," tegas Ganjar.

Dengan luas wilayah dan jumlah penduduk yang relatif padat, Jawa Tengah sekaligus menjadi wilayah potensial bagi pelaku industri yang menjajakan produknya di pasar domestik. 

Sementara Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng Ratna Kawuri mengatakan, berdasarkan catatan dinasnya, realisasi investasi mengalami peningkatan setiap tahun. Pada 2016 realisasi investasi mencapai 38,18%, 2017 tercatat  51,54%, 2018 menjadi 59,27%, 2019 berkembang hingga 59,50%. Pada 2020, akibat Covid-19, investasi turun menjadi 50,24%. Pada 2021 merangkak naik menjadi 52,71%, dan pada 2022 sampai triwulan III naik sebesar 44,99%.

Pada 2022 ini, tercatat dari triwulan I hingga IIII, PMA mencapai Rp26,82 triliun, dan PMDN  Rp18,17 triliun, dengan total Rp44,99 triliun. Dengan jumlah 14.704 proyek dan serapan pekerja hingga 170.757 orang.

Ratna mrngakui, jika melihat data realisasi dari 2016-2022, memang pernah naik di 2019 dan turun pada 2020 akibat Covid-19.
“Tapi kan sekarang pergerakannya naik lagi. Jadi kalau average (rata-rata) meningkat,” kata Ratna, seperti dilansir dari laman resmi Pemprov Jawa Tengah.

img
Yohanes Robert
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan