sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Jumlah pekerja difabel naik dua tahun terakhir

Pekerja difabel paling banyak berjenis kelamin laki-laki.

 Ratih Widihastuti Ayu Hanifah
Ratih Widihastuti Ayu Hanifah Selasa, 21 Des 2021 18:46 WIB
Jumlah pekerja difabel naik dua tahun terakhir

Penyandang disabilitas merupakan salah satu kelompok yang memerlukan perhatian khusus terutama selama pandemi. Perhatian yang dibutuhkan bukan hanya sektor sosial, namun juga pemulihan ekonomi produktif. 

Pemerintah sendiri telah melakukan pemberdayaan tenaga kerja difabel. Hal itu disampaikan Head Of Center Innovation and Digital Economic Indef, Nailul Huda, dalam acara Alinea Forum berjudul "Difabel Berdaya Jadi Pemasar, Bantu Pulihkan Perekonomian" yang terselenggara Selasa (21/12) hari ini.

Huda menuturkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) angka pekerja difabel di dua tahun terakhir naik. “Pekerja disabilitas di tahun 2019 ada 366.350 orang, sedangkan di 2020 ada 225.048 orang. Artinya ada penurunan -38,57%," ujarnya.

Total pekerja secara keseluruhan di 2020 mencapai 128.454.184 orang dan pada 2018 sebanyak 128.755.271 orang. Artinya, terjadi penurunan jumlah pekerja sekitar -0,23%.

Proporsi pekerja difabel dibandingkan total pekerja pada 2018 lebih besar ketimbang 2019 dan 2020. Pada 2018 persentase pekerja difabel dari total pekerja sebesar 0.28%, sedangkan pada 2020 sebesar 0,18%.

Data BPS juga memerinci pekerja disabilitas berdasarkan gender. Pada 2020 terdapat 144.859 pekerja disabilitas laki-laki dan 246.974 orang pada 2019. Artinya, terjadi penurunan pekerja disabilitas laki-laki sekitar -41.35%. 

Jumlah pekerja disabilitas perempuan jauh lebih kecil. Pada 2020 sebanyak 80.189 orang, dan tahun 2019 sebesar 119.376 alias menurun sekitar -32,83%.

Dari lokasi tinggal, mayoritas berada di perdesaan. Pada 2019 sebanyak 196.817 orang, menurun jadi 120.761 orang pada 2020, Penurunan serupa juga terjadi di perkotaan. Pada 2019, pekerja disabilitas di perkotaan sebanyak 169.533 orang, menurun menjadi 104.287 orang pada 2020. "Terjadi penurunan lebih dari 38%," kata Huda.

Sponsored

 

Berita Lainnya
×
tekid