close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir saat penjajakan kerja sama di bidang energi, kesehatan, dan investasi di Amerika Serikat, Selasa (11/05/2021). Foto dokumentasi Kementerian BUMN.
icon caption
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir saat penjajakan kerja sama di bidang energi, kesehatan, dan investasi di Amerika Serikat, Selasa (11/05/2021). Foto dokumentasi Kementerian BUMN.
Bisnis
Selasa, 11 Mei 2021 13:24

Ke AS, Erick Thohir jajaki kerja sama energi, kesehatan, dan investasi

Kerja sama ini difokuskan pada tiga bidang, yaitu energi, investasi, dan kesehatan.
swipe

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir saat ini tengah melakukan kunjungan kerja di Amerika Serikat, hingga 11 Mei waktu setempat untuk menjajaki kerjasama di bidang energi, kesehatan, dan investasi.

Menurut Erick, Kementerian BUMN sebagai bagian dari program BUMN Go Global, terus menjalin dan mempererat hubungan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat, melalui kerjasama strategis dengan BUMN-BUMN Indonesia. 

"Perjalanan kerja kali ini difokuskan pada tiga bidang, yaitu energi, investasi, dan kesehatan,” kata Erick dalam keterangan resminya, Selasa (11/5).

Di bidang energi, hari ini, Selasa (11/5), Erick menyaksikan penandatanganan kesepakatan antara PT Pertamina (Persero), PT Bukit Asam Tbk. (PTBA), dan Air Products & Chemical Inc. (Air Products) pada proyek strategis nasional gasifikasi batu bara. 

Selain itu, Kementerian BUMN juga menjajaki kerja sama antara Pertamina dengan ExxonMobil di bidang Carbon Capture and Storage (CCS) dan Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS), yang ditujukan untuk menekan emisi karbon dan sebagai bagian dari upaya enhance oil and gas recovery di sumur-sumur Pertamina untuk meningkatkan produksi migas negara.

Erick menilai, kerja sama dengan Air Products dan ExxonMobil ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk mengurangi ketergantungan pada produk impor, juga transformasi ke green economy serta energi baru dan terbarukan. 

"Kerja sama gasifikasi bisa menghemat cadangan devisa hingga Rp9,7 triliun per tahun dan menyerap 10.000 tenaga kerja. Sementara, dengan ExxonMobil ada potensi kerja sama untuk pengembangan riset dan teknologi migas untuk sektor hulu, hilir, energi terbarukan maupun potensi lainnya,” ujarnya.

Di bidang kesehatan, Menteri BUMN fokus menjajaki kerja sama antara Holding Rumah Sakit BUMN Indonesia Healthcare Corporation (IHC), dengan sejumlah institusi kesehatan terkemuka di AS untuk membangun, serta memperkuat sistem kesehatan di Indonesia. 

Penjajakan kerja sama bidang kesehatan itu dilakukan antara lain dengan pusat perawatan kanker City of Hope National Medical Center, pusat penanganan kesehatan dan kebugaran komunitas lansia University of South Carolina (USC) School of Gerontology, juga pusat praktik klinik, riset, dan pendidikan Mayo Clinic. 

“Kami ingin membangun dan memperkuat sistem kesehatan di Indonesia, juga berinvestasi di Sanur, Bali, yang akan dikembangkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Wisata Kesehatan,” tuturnya.

Sementara di bidang investasi, Erick melakukan pertemuan dengan beberapa private equities yang berbasis di California, Amerika Serikat untuk menarik investasi ke Indonesia melalui Indonesia Investment Authority (INA) Sovereign Wealth Fund.

“Kami fokus pada investasi strategis di program infrastruktur, hal ini disambut baik oleh para calon investor yang kami temui. Pandemi ini membangunkan Indonesia dari tidurnya, modal utama kita yaitu pasar yang besar dan sumber daya alam yang melimpah, tetapi, tidak cukup. Kita perlu membangun iklim investasi yang kondusif untuk mendorong dan membangkitkan perekonomian,” ucapnya.

img
Annisa Saumi
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan