sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

KEK dan ambisi Jokowi jadikan Indonesia raksasa ekonomi di 2030

KEK yang diresmikan memiliki fokus berupa pengolahan komoditas pertanian setempat dan perikanan.

Robi Ardianto
Robi Ardianto Kamis, 04 Apr 2019 02:35 WIB
KEK dan ambisi Jokowi jadikan Indonesia raksasa ekonomi di 2030

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) baru saja diresmikan Presiden Joko Widodo di tiga lokasi berbeda pada Senin, (1/4) lalu. Ketiga kawasan tersebut masing-masing KEK Bitung yang berada di Sulawesi Utara, KEK Morotai di Maluku Utara, KEK Maloy Batuta Trans di Kalimantan TImur. 

“Pembangunan ini membuktikan Presiden Jokowi memiliki road map dan rencana besar untuk membawa Indonesia menjadi raksasa ekonomi di tahun 2030,” kata Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi Ma'ruf, Erick Thohir.

Erick menjelaskan, sejumlah KEK yang diresmikan memiliki fokus berupa pengolahan komoditas pertanian setempat dan perikanan. KEK Bitung, misalnya, dengan kawasan seluas 534 hektare diharapkan mampu mendorong hilirisasi dan daya saing sektor perikanan, agro bisnis, dan farmasi. 

Sementara, KEK Morotai memiliki keunggulan berupa keindahan pantai dan pemandangan bawah laut yang indah. Lalu, KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan memiliki luas 557 hektare yang akan ditujukan sebagai kawasan pengolahan kelapa sawit, energi, dan logistik.

Menurutnya, Jokowi merupakan sosok pemimpin yang tidak hanya doyan beretorika, melainkan langsung membuktikannya. Dengan adanya pembangunan sejumlah KEK di wilayah timur Indonesia, maka akan muncul pemerataan pembangunan. Diharapkan KEK dapat memajukan perekonomian setempat yang kebanyakan bergantung pada industri pengolahan bahan baku dan pariwisata. 

“Kami yakni adanya KEK akan mendorong hadirnya investasi, lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat. Masyarakat akan turut merasakan hasil dari pembangunan tersebut,” ucap Erick. 

Erick mengatakan, pembangunan infrastruktur yang didirikan selama ini merupakan bukti jika Jokowi bekerja untuk seluruh bangsa. Dia meyakini pekerjaan yang dilakukan Jokowi tersebut berlandaskan untuk kepentingan sebuah bangsa, bukan karena popularitas untuk meraih keuntungan dalam Pemilu 2019.

“Jika landasannya mencari popularitas untuk kebutuhan pemilu, maka yang akan dibangun adalah Jawa yang merupakan lumbung suara. Tapi, Pak Jokowi membuktikan pemerataan pembangunan untuk semua, untuk keadilan, dan untuk kepentingan bangsa di atas segalanya," katanya. 

Sponsored

Selain KEK, pengembangan ekonomi di tiga kawasan di timur Indonesia tersebut juga turut didirikan infrastruktur pendukung berupa sarana pendidikan. Itu seperti rumah susun Institut Agama Islam Negeri Manado dan rumah susun Universitas Kristen Tomohon.

Erick berharap, pembangunan Indonesia yang telah sesuai jalur ini tidak terhenti sampai di sini. Karena itu, pihaknya berharap pembangunan demi pembangunan bisa terus berlanjut.