sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kemenperin target RI peringkat 4 ekspor keramik dunia

Kementerian Perindustrian menargetkan Indonesia menduduki peringkat empat eksportir keramik terbesar di dunia.

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Kamis, 11 Apr 2019 21:16 WIB
Kemenperin target RI peringkat 4 ekspor keramik dunia

Kementerian Perindustrian menargetkan Indonesia menduduki peringkat empat eksportir keramik terbesar di dunia. Tahun lalu, Indonesia mengekspor untuk produk gerabah dan keramik hias Indonesia pada 2018 telah mencapai US$25,4 juta. 

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan, nilai ekspor tersebut naik tipis dibandingkan dengan nilai ekspor pada 2017 yang sebesar US$25,2 juta. 

Menurut Gati kekuatan Indonesia dalam upaya menumbuhkan IKM gerabah dan keramik hias, lantaran ditopang oleh ketersediaan bahan baku yang cukup melimpah seperti tanah liat, feldspar, pasir silika, dolomit, limestone, batu granit, dan sumber daya alam lainnya. 

"Pemerintah menjadikan IKM gerabah dan keramik hias ini sebagai salah satu sektor yang perlu didorong pengembangannya, guna memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor," ujar Gati seperti dikutip dalam keterangan resmi, Kamis (11/4). 

Berdasarkan data Kemenperin, saat ini jumlah IKM gerabah dan keramik hias lebih dari 5.200 unit usaha yang telah menyerap tenaga kerja hingga 21.470 orang. 

Adapun negara tujuan ekspor untuk produk gerabah dan keramik hias di antaranya Amerika Serikat, Prancis, Jerman, Belanda, dan Britania Raya. Gati meyakini gerabah dan keramik hias memiliki peluang untuk meraih pasar yang lebih besar di dunia internasional. 

"Apalagi, adanya kerja sama ekonomi komprehensif yang sudah ditandatangi seperti Australia dan EFTA (Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa)," kata Gati. 

Sementara itu, Meneteri Perindustrian Airlangga Hartarto menambahkan, pemerintah berharap kepada para industri keramik dalam negeri bisa terus berkontribusi sebagai salah satu motor penggerak akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. 

Sponsored

Airlangga optimistis, Indonesia mampu menduduki peringkat ke-4 dunia sebagai produsen keramik. 

"Saat ini, kapasitas terpasang keramik nasional sebesar 560 juta meter persegi. Tentunya setelah pemerintah memberikan keberpihakan kepada industri dalam negeri, utilitas produksi harus bisa meningkat," ujar Airlangga. 

Selain itu, lanjut Airlangga, saat ini pihaknya tengah mendorong produksi jenis ubin terkini seperti ubin 3D atau tiga dimensi, porcleain slab, dan ubin vtrifikasi. Serta inovasi desain ubin keramuk yang mengikuti tren terkini yang memiliki ciri khas dan original. 

"Untuk itu, perlu didorong pemanfaatan teknologi 3D printing, otomatisasi, artificial intelligence dan big data," ujar Airlangga. 

Berita Lainnya