close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi Alinea.id/Debbie Alyuwandira.
icon caption
Ilustrasi Alinea.id/Debbie Alyuwandira.
Bisnis
Jumat, 07 Oktober 2022 17:13

Kementan fokus kembangkan penanaman sorgum di Pulau Sumba tahun 2023

Estimasi produksi tahun ini sebesar 11.470 ton (produktivitas 3 ton/ha).
swipe

Kementerian Pertanian (Kementan) menjadikan Pulau Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai fokus pengembangan sorgum tahun 2023. Sorgum diharapkan menjadi pangan baru di tengah besarnya ketergantungan akan impor gandum, termasuk pangan alternatif dalam menghadapi krisis pangan global.

Direktur Serealia Ditjen Tanaman Pangan Kementan, M Ismail Wahab mengatakan, luas lahan yang dipersiapakan untuk tanaman sorgum seluas 3.447 hektar dan akan difokuskan di Pulau Sumba. Di mana estimasi produksi tahun ini sebesar 11.470 ton (produktivitas 3 ton/ha)

"Pulau Sumba akan dijadikan sentra sorgum di NTT dengan rencana pertanaman seluas 25.000 hektar tahun 2023," ujar Ismail dalam webinar Alinea.id bertajuk Pengembangan Sorgum di NTT, Apa Pembelajaran yang Dipetik, Jumat (7/10).

Ismail menjelaskan, ada beberapa alasan pemerintah menjadikan Pulau Sumba sebagai fokus pengembangan sorgum di tahun 2023, di antaranya adalah potensi pahan untuk pengembangan sorgum masih sangat luas, Sudah ada off-taker PT Sumba Moelti Agriculture (SMA) di Kabupaten Sumba Timur yang berkapasitas industri. Kemudian, adanya dukungan pemerintah NTT yang mendorong tiap kabupaten bertanam sorgum. Lalu, masyarakatnya sudah familiar dengan sorgum sebagai pangan.

Namun demikian, kata dia, ada sejumlah catatan yang perlu diperhatikan, yakni pendampingan dan pembinaan oleh petugas yang belum intensif, pengendalian OPT belalang yang belum bisa dikendalikan secara optimal, dan ketersediaan benih, pupuk dan pestisida belum mencukupi,

"Lalu pengetahuan petani mengenai budidaya dan penanganan pascapanen masih terbatas," ujarnya.

Menurut Ismail, potensi lahan di Pulau Sumba untuk menanam sorgum sudah disampaikan Kepala Staf Kepresiden (KSP) Moeldoko. Moeldoko, kata Ismail, awalnya fokus pada sorgum sebagai pangan alternatif untuk stunting di wilayah itu.

Ismail menyebut, Moeldoko mendapati bahwa tanaman jagung di Kabupaten Sumba Timur justru tidak berkembang dengan baik. Berbeda halnya dengan sorgum, kata dia, bertumbuh dan menghasilkan dengan optimal.

"Ketika tanam sorgum itu berhasil dengan baik dan itu beliau (Moeldoko) sampaikan kepada Bapak Presiden (Joko Widodo) bahwa sorgum menjadi alternatif dalam kondisi krisis pangan global," ucap dia.

img
Marselinus Gual
Reporter
img
Ayu mumpuni
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan