sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Klaim meninggal dunia industri asuransi jiwa naik selama pandemi

Total klaim meninggal dunia yang dibayarkan industri asuransi jiwa meningkat 17,4% mencapai Rp8,80 triliun.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Jumat, 27 Nov 2020 16:18 WIB
Klaim meninggal dunia industri asuransi jiwa naik selama pandemi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 882.418
Dirawat 138.238
Meninggal 25.484
Sembuh 718.696

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat klaim meninggal dunia yang dibayarkan industri asuransi jiwa melonjak selama kuartal III-2020.

Ketua Bidang Keuangan, Pajak, dan Investasi AAJI Simon Imanto mengatakan, total klaim dan manfaat hingga kuartal III-2020 memang melambat 3,4% dibandingkan kuartal III-2019. Industri asuransi jiwa tercatat membayar klaim dan manfaat sebesar Rp109,61 triliun pada kuartal III-2020, melambat dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp113,52 triliun.

Namun, total klaim meninggal dunia yang dibayarkan industri asuransi jiwa meningkat 17,4% mencapai Rp8,80 triliun, dari Rp7,49 triliun secara tahunan.  

"Klaim meninggal dunia pada kuartal III-2020 mengalami pertumbuhan dibandingkan dengan kuartal II-2020 sebesar 20,4% dari Rp2,75 triliun menjadi Rp3,31 triliun pada kuartal III-2020," kata Simon dalam konferensi pers AAJI, Jumat (27/11).

Sponsored

Kemudian, klaim kesehatan juga meningkat 8,9% pada kuartal III-2020 menjadi Rp2,44 triliun dibandingkan kuartal II-2020 mencapai Rp2,24 triliun. Namun, secara tahunan, angka klaim kesehatan ini justru mengalami penurunan 6,3% dari Rp8,18 triliun pada kuartal III-2019, menjadi Rp7,66 triliun pada kuartal III-2020.

Simon menuturkan penurunan klaim kesehatan terjadi karena ada perubahan perilaku sebagian pemegang polis. Menurutnya, mereka memilih berdiam diri di rumah dan tidak mengunjungi fasilitas medis sakit.

“Secara keseluruhan kami melihat ada beberapa perilaku pemegang polis yang memang di rumah, tidak ke mana-mana. Untuk menjaga kesehatan, mereka cenderung tidak ke rumah sakit,” tuturnya.

Berita Lainnya