sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Kominfo curiga ada oknum peretas data penumpang Lion Air

Belum bisa dipastikan berapa besar kebocoran data penumpang Lion Air Group.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Jumat, 20 Sep 2019 15:53 WIB
Kominfo curiga ada oknum peretas data penumpang Lion Air

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) meminta perusahaan penerbangan Lion Air Group untuk mengambil langkah pengamanan data pribadi penumpang. Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kementerian Kominfo Samuel Abrijani Pangerapan mengatakan pihaknya juga siap membantu penyelesaian masalah kebocoran data penumpang yang dialami Lion Air Group itu. 

“Kami sudah bertemu dan berkoordinasi untuk mendapatkan klarifikasi dari Lion Grup,” kata Samuel usai bertemu dengan perwakilan Lion Air, dikutip dari laman setkab.go.id, Jumat (19/9). 

Menurut Samuel, pihak Lion Air Grup telah membenarkan adanya kejadian kebocoran data penumpang dari dua maskapai, yakni Malindo Air dan Thai Lion Air yang beroperasi dari Malaysia. 

Saat ini, Lion Air telah melaporkan ke otoritas di Malaysia atas kejadian hacking dan tengah melakukan penyidikan. Kementerian Kominfo, kata Semuel, juga belum mengetahui secara pasti berapa jumlah kebocoran data penumpang tersebut. Pihaknya masih menunggu hasil investigasi. Namun, data penumpang tersebut saat ini sudah diamankan. 

“Berapa jumlahnya kita belum tahu, lagi diinvestigasi. Tapi saat ini posisi daripada data-data konsumer dari Lion sudah diamankan. Hal ini juga sudah dilaporkan kepada otoritas di Malaysia untuk dilakukan investigasi, karena lokus kejadiannya di sana. Jadi kita harus menunggu dari hasil investigasi,” tutur Semuel. 

Samuel menduga ada oknum yang melakukan peretasan dalam kasus kebocoran data penumpang Lion Air Group itu. Ia mengingatkan kasus kebocoran data penumpang ini termasuk bagian dari  akses ilegal, sehingga oknum terkait bisa mendapatkan sanksi pidana sesuai dengan beleid yang berlaku. 

“Siapapun yang melakukan illegal access itu juga ada sanksi pidananya, dan itu bagian dari perlindungan data pribadi. Bagi pengendali harus juga memastikan sistemnya aman, tapi juga siapapun yang melakukan illegal access apalagi membocorkan data, kita sedang selidiki siapa yang bertanggung jawab,” ujar Semuel. 

Samuel juga menegaskan penerapan perlindungan data pribadi dilakukan dengan prinsip keseimbangan. Artinya, di satu sisi semua penyelenggara memastikan sistemnya andal, dan memastikan yang punya keinginan jahat akan berhadapan dengan hukum.  

Sponsored

“Yang perlu dilakukan oleh pengelola data semua harus diperkuat, standard operational procedure dan pengamanan datanya,” ujarnya. 

Lion Air akui jadi korban

Sementara itu, Managing Director Lion Air Group Daniel Putut Kuncoro Adi mengatakan, pihak Lion Air Group dalam hal ini juga menjadi korban atas kebocoran data pribadi penumpang.  

“Memang kami dalam hal ini menjadi korban, dan begitu informasi ini menjadi viral dalam bentuk screenshot, kami langsung menindaklanjuti dengan semua administrator kami, dan juga langsung mengamankan pada hari itu juga seluruh data,” kata Putut. 

Saat ini, langkah yang diambil oleh Lion Air adalah mengambil aksi pelaporan dan tuntutan hukum bagi pelaku pencurian dan pembocoran data penumpang. 

“Kami bisa pastikan sampai dengan saat ini data penumpang itu sudah tidak bocor lagi pada yang lain-lainnya. Dan begitu berita ini viral langsung kami melakukan legal action kepada pihak berwenang di Malaysia dan sedang dalam proses investigasi,” tambah Putut. 

Berkaitan dengan data-data warga negara Indonesia atas kejadian tersebut, Putut mengatakan bahwa pihak Lion Air juga belum mengetahui berapa jumlah data yang bocor. Kalaupun ada data yang beredar, Lion Air juga memastikan data-data tersebut aman. 

“Jadi data-data orang Indonesia pun kita belum tahu jumlahnya berapa, karena seperti yang kita semua ketahui bahwa nama-nama itu masih ditutup jadi kita sedang menginvestigasi. Ke depan kami pastikan data penumpang itu aman,” ujarnya.