logo alinea.id logo alinea.id

Lion Parcel targetkan volume pengiriman barang 4 juta ton di 2019

Lion Parcel membidik kenaikan volume pengiriman barang dua kali lipat pada tahun ini

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Sabtu, 23 Mar 2019 23:28 WIB
Lion Parcel targetkan volume pengiriman barang 4 juta ton di 2019

Perusahaan jasa kurir Lion Parcel menargetkan pengiriman volume pengiriman barang menjadi empat juta ton pada 2019. Anak perusahaan Lion Air Group ini telah mengangkut barang sebesar dua ton pada tahun sebelumnya.

“Target kita tahun ini empat juta ton atau double (dua kali lipat) dari tahun lalu dua juta ton,” kata Chief Marketing Officer Lion Parcel Adhitya Chandra dalam Top Seller Communities Gathering di Jakarta, Sabtu (23/3).

Adhitya mengatakan, untuk mencapai target tersebut, perusahaan akan membuka titik-titik penjualan (point of sales) di sejumlah bandara, di antaranya Bandara Internasional Soekarno-Hatta-Tangerang, Halim Perdanakusuma-Jakarta, Juanda-Surabaya dan Husein Sastranegara-Bandung.

Dengan demikian, lanjut dia, Lion Parcel bisa melayani penumpang pesawat yang enggan membayar bagasinya (excess baggage), sebab tarif yang ditawarkan cukup kompetitif, yakni 20%-30% lebih murah dari tarif bagasi.

Adhitya mengungkapkan saat ini komposisi pengisian “belly” (perut) pesawat untuk bagasi penumpang berkurang sejak diberlakukan bagasi berbayar, yakni dari 30%-30% menjadi 20%.

“Kita ada sistem weight and balance, untuk line kargo kita 40%, bagasi penumpang 20%, dan Lion Parcel 40%-50%. Tahun lalu bagasi 30%-40%, tapi sekarang sedang memaksimalkan kargo,” katanya.

Saat ini, Adhitya menyebutkan, pihaknya sudah memiliki 5.000 point of sales yang menyentuh hingga kabupaten.

“Untuk di jaringan desa, dusun atau banjar, kita kerja sama dengan PT POS, tapi nantinya kita juga akan targetkan lima kode pos setiap bulannya,” katanya.

Sponsored

Di tahun ini, ia juga menargetkan penambahan 5.000 point of sales (POS), sehingga total ada 10.000 POS.

Strategi bisnis lainnya, yakni akan memperluas di jaringan market place atau eceran dari yang saat ini hanya berfokus pada korporasi.

“Fokus di awal memang corporate. Sekarang kita gain market di pengiriman kecil-kecil tapi banyak ditambah juga dengan kerja sama kurir vehicle virtual dan aplikasi kita,” katanya.

Rencana IPO

Sementara, Lion Parcel berencana menawarkan saham perdana kepada publik (IPO) pada 2020 menyusul induk perusahaan, yaitu Lion Air Group.

“Berdasarkan arahan dari atas, kita IPO di 2020 untuk Lion Parcel sendiri,” kata Adhitya.

Dia mengungkapkan bahwa Lion Air Group menargetkan nilai yang cukup besar untuk IPO tersebut, namun ia tidak menyebutkan nominal pasti.

“Kita tetap optimistis, targetnya cukup besar arahan dari atas, Insya Allah,” katanya.

Ia juga mengaku belum membidik investor stretgis, namun sudah mengenalkan Lion Parcel di sejumlah expo atau media di Amerika Serikat dan Inggris.

“Kita baru awareness aja di expo-expo luar, seperti Oxford Business Magazine di Amerika juga sudah mulai mengenal Lion Parcel,” katanya.

Seiring dengan aksi korporasi tersebut, pihaknya juga mengambangkan bisnis untuk jaringan jasa kurir di internasional, seperti di Malaysia, Thailand, Singapura dan Australia yang sudah terhubung jaringan Lion Air Group.

“Kita kuatkan infrastruktur di Indonesia dulu, baru nanri di Malaysia, Singapura, Filipina, China, Jeddah, Mekkah ini potensi pasar yang besar,” katanya.

Sebelumnya, Managing Director Lion Air Group Daniel Putut membenarkan Lion Air Group akan IPO tahun ini. Nilai yang diincar disebut-sebut mencapai US$1 miliar atau Rp14 triliun. (Ant)