sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Ma'ruf Amin minta pengusaha tiru Apple

Ma'ruf mengatakan Apple dapat meningkatkan nilai valuasinya hanya dalam waktu dua tahun.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Jumat, 09 Okt 2020 14:59 WIB
Ma'ruf Amin minta pengusaha tiru Apple

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, inovasi dan konsistensi menjadi kunci sukses dalam menjalankan bisnis. Dia mencontohkan, hal itu membuat perusahaan teknologi Apple dapat berkembang pesat dan terus bertahan di segala kondisi.

Ma'ruf mengajak seluruh pelaku bisnis, khususnya kalangan Nahdliyyin untuk meniru langkah sukses yang dijalankan oleh perusahaan yang didirikan oleh Steve Jobs tersebut.

"Ini menjadi dorongan bagi kita Indonesia, khususnya para pengusaha Nahdlatul Ulama (NU), untuk menjadikan inovasi sebagai basis utama," katanya dalam peringatan HUT ke-9 Himpunan Pengusaha Nahdliyyin lewat daring, Jumat (9/10).

Dia menjelaskan, Apple dapat meningkatkan nilai valuasinya hanya dalam waktu dua tahun, yakni dari sebesar US$1 triliun di 2018 menjadi senilai US$2 triliun pada 2020. Peningkatan tersebut berkat sejumlah inovasi yang dilakukan oleh perusahaan tersebut.

"Hanya butuh dua tahun bagi Apple melipatgandakan valuasinya. Nilai perusahaan Apple melampaui produk domestik bruto (PDB) Kanada, Brazil, Korea Selatan, Spanyol, Australia, Belanda, dan Turki," ujarnya.

Dia membandingkan yang dilakukan Apple dengan perusahaan minyak terbesar di Arab Saudi, yaitu Saudi Aramco. Aramco, katanya, pernah memiliki nilai valuasi sebesar US$2 triliun, namun seiring penurunan harga minyak mentah dunia, nilai valuasi perusahaan tersebut ikut turun.

Menurutnya, penurunan nilai valuasi perusahaan raksasa minyak asal Arab Saudi tersebut dikarenakan ketidakmampuan perusahaan dalam menjalankan inovasi pada proses bisnisnya, dan hanya bergantung pada sumber daya minyak yang dimilikinya.

"Bedanya adalah Apple memanfaatkan inovasi, Aramco dari cadangan minyak yang dikelolanya. Minyak menurun, Aramco menurun. Sedangkan valuasi Apple tumbuh pesat meski dunia krisis parah sebagai dampak pandemi," tuturnya.

Sponsored
Berita Lainnya