logo alinea.id logo alinea.id

Mansek: Peringkat utang Indonesia BBB+

Kebijakan fiksal dan moneter dinilai lebih prudent dan terlihat CAD dan PDB membaik.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Selasa, 10 Sep 2019 10:00 WIB
Mansek: Peringkat utang Indonesia BBB+

Mandiri Sekuritas memprediksi peringkat utang Indonesia akan menyentuh BBB+ dalam kategori lembaga pemeringkat global Standard & Poor's (S&P) pada 2020.

Head of Fixed Income Research Mandiri Sekuritas Handy Yunianto mengatakan, hal tersebut karena pemerintah memiliki kebijakan fiskal dan moneter yang lebih prudent. Menurut Handy, saat ini Current Account Deficit (CAD) dan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sudah membaik. 

"Kekhawatiran supply risk jauh lebih rendah. Kami masih melihat Surat Utang Negara (SUN), rupiah juga masih positif dan aliran dana masuk pun masih berlanjut," kata Handy kemarin, Senin (9/9).

Pembelian asing pada SUN tersebut, lanjut Handy, disebabkan oleh ketatnya likuiditas dolar Amerika Serikat akibat The Fed menaikkan suku bunga hingga 100 bps. 

Ada pun dari total Rp256,7 triliun penerbitan SUN, asing membeli separuhnya sebesar Rp118,9 triliun SUN. Handy mengatakan penguatan beruntun (rally) SUN masih bisa berlanjut sebab treasury yield Amerika Serikat (AS) masih turun, di sekitar 5,8%. 

"Jika dibandingkan dengan negara yang punya yield tinggi seperti Filipina dan Rusia, Indonesia hanya turun 72 bps," ujar Handy. 

Selain itu, Handy mengatakan BI rate juga masih memiliki cukup ruang untuk turun dan inflasi bisa dikelola dengan baik. Handy pun menyebut untuk saat ini, volatilitas inflasi yang rendah mendukung investasi domestik. Sehingga, investor percaya diri untuk berinvestasi jangka panjang. 

"Kita memprediksi yield Indonesia Global Bond turun ke kisaran 6,75%-7% di akhir 2019, dan memiliki potensi turun lagi ke 6,25%-6,5% di akhir 2020," ujar Handy.
 

Sponsored