sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Maret 2019, penduduk miskin Indonesia berkurang 530.000 orang

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin pada Maret 2019 tercatat sebesar 9,41%.

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Senin, 15 Jul 2019 15:07 WIB
Maret 2019, penduduk miskin Indonesia berkurang 530.000 orang
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2019 mencapai 25,14 juta orang. Dibandingkan September 2018, jumlah penduduk miskin menurun 529.900 orang. Sementara, jika dibandingkan dengan Maret 2018, jumlah penduduk miskin menurun sebanyak 805.100 orang. 

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menjelaskan persentase penduduk miskin pada Maret 2019 tercatat sebesar 9,41% atau menurun 0,25% terhadap September 2018, dan menurun 0,41% poin terhadap Maret 2018. 

Berdasarkan daerah tempat tinggal, pada periode September 2018–Maret 2019, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun sebesar 136.500 orang. Sedangkan di daerah perdesaan turun sebesar 393.400 orang. 

Persentase kemiskinan di perkotaan turun dari 6,89% menjadi 6,69%. Sementara itu, di perdesaan turun dari 13,10% menjadi 12,85%.

Sementara itu, berdasarkan pulau, persentase penduduk miskin terbesar berada di wilayah Maluku dan Papua sebesar 20,91% atau sebanyak 1,54 juta orang. 

"Persentase penduduk miskin terendahnya ada di pulau Kalimantan sebesar 5,93% atau 0,97 juta orang," kata Suhariyanto di Gedung BPS, Jakarta, Senin (15/7).

Namun, menurutnya, sebagian besar penduduk miskin masih berada di Jawa yaitu mencapai 12,72 juta orang. 

Suhariyanto menjelaskan beberapa faktor yang mempengaruhi terhadap tingkat kemiskinan selama periode September 2018-Maret 2019. Pertama, kenaikan rata-rata upah buruh tani per hari sebesar 2,29% pada Maret 2019 dibanding September 2018 yaitu dari Rp52.665 menjadi Rp53.873.

Sponsored

Kedua, kenaikan rata-rata upah nominal buruh bangunan per hari sebesar 2,24% pada Maret 2019 yaitu sebesar Rp88.637, dibanding September 2018 yang hanya sebesar Rp86.648, dan naik 3,21% dibanding Maret 2018 yang sebesar Rp85.880.

Ketiga, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia pada Februari 2019 sebesar 5,01%, mengalami penurunan dibandingkan keadaaan pada Februari 2018 dan Agustus 2018 dengan penurunan masing-masing sebesar 0,12% poin dan 0,33% poin.

Keempat, selama periode September 2018–Maret 2019, tingkat inflasi umum cukup rendah, yaitu sebesar 1,52%.

Kelima, Nilai Tukar Petani (NTP) pada bulan Januari 2019, Februari 2019, dan Maret 2019 selalu berada diatas 100, dengan nilai berturut-turut sebesar 103,33; 102,94; dan 102,73.

Keenam, pada periode September 2018–Maret 2019, secara nasional harga eceran beberapa komoditas pokok antara lain daging ayam ras, minyak goreng, gula pasir, cabai rawit, dan cabai merah mengalami penurunan dengan besaran sebagai berikut: daging ayam ras turun 1,85%, minyak goreng turun 2,12%, gula pasir turun 1,22%, cabai rawit turun 11,21%, dan cabai merah turun 10,35%.

ketujuh, menurut desil pengeluaran per kapita per bulan, rata-rata pengeluaran per kapita pada kelompok penduduk 10% terbawah (Desil 1) periode September 2018–Maret 2019 mengalami peningkatan sebesar 4,32%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan GK pada periode tersebut yang sebesar 3,55%.

Kedelapan, Pelaksanaan program Rastra sudah sesuai jadwal. Menurut data Perum BULOG realisasi distribusi program Rastra Januari 2019 sebesar 99,47%, Februari 2019 sebesar 98,8%, dan Maret 2019 sebesar 98,50%.

Terakhir, terdapat peningkatan cakupan penerima Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Jumlah Kabupaten/Kota penerima Program BNPT yang terealisasi pada Triwulan I-2019 mencapai 219 kab/kota. Jumlah ini meningkat 61 kab/kota dibandingkan Triwulan III-2018.

Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)

Riset : Fultri Sri Ratu Handayani

Berita Lainnya