close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi dan percepatan realisasi belanja daerah di kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (5/12). Alinea.id/Gempita Surya.
icon caption
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi dan percepatan realisasi belanja daerah di kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (5/12). Alinea.id/Gempita Surya.
Bisnis
Senin, 05 Desember 2022 13:24

Mendagri pastikan inflasi ditangani seperti pandemi Covid-19

Jokowi juga meminta agar masalah pengendalian inflasi jadi isu prioritas di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.
swipe

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan mekanisme pengendalian inflasi di Indonesia sama dengan penanganan pandemi Covid-19. Hal ini disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi dan percepatan realisasi belanja daerah di kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (5/12).

Tito menyebut, arahan dari Presiden Jokowi juga meminta agar masalah pengendalian inflasi jadi isu prioritas di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.

"Bapak Presiden ingin agar penanganan inflasi ini ditangani dengan mekanisme seperti pandemi. Setiap minggu dibahas, evaluasi, sehingga kita semua tetap aware, tetap peduli, fokus, dan menjadi skala prioritas," kata Tito dalam rapat.

Diungkapkan Tito, intervensi untuk pengendalian inflasi perlu dilakukan, mengingat pandemi Covid-19 dan krisis global berdampak terhadap seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia.

Terlebih, imbuh Tito, dampak perekonomian global di tengah situasi krisis ini dapat mempengaruhi harga komoditas yang akan dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Kenaikan harga barang jasa akan sangat langsung berdampak ke rakyat. Oleh karena itu perlu terus kita kendalikan, apalagi di tengah situasi global yang mungkin di tahun depan juga tidak ringan," ujarnya.

Tito mengungkapkan, inflasi Indonesia pada November 2022 berada di angka 5,42%. Nilai tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan pada Oktober 2022 yakni 5,71%.

Menurut Tito, capaian tersebut merupakan hal yang tidak mudah. Terlebih jika dibandingkan dengan negara-negara G20, angka inflasi Indonesia termasuk dalam peringkat dua terendah di bawah Jepang.

Tito berharap, capaian tersebut dapat menjadikan Indonesia sebagai negara yang kuat bertahan di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.

"IMF dan berbagai pengamat dunia menyatakan, Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki pondasi keuangan dan keekonomian yang cukup kuat. Sehingga, mudah-mudahan kita bisa menjadi salah satu negara yang kuat untuk bertahan," tutur Tito.

Sebelumnya, Jokowi menyebut, seluruh kepala negara pusing menghadapi situasi dunia yang penuh kesulitan, tetapi tidak dengan Indonesia. Hal ini disebabkan pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung lebih baik jika dibandingkan dengan negara lain di tengah kondisi global. 

"Keadaan dunia sedang sulit dan semua kepala negara pusing kepalanya, Indonesia tidak. Alhamdulillah, patut kita syukuri, kita berada pada posisi yang baik," kata Jokowi dalam Rapat Konsolidasi Nasional Kesiapan Pelaksanaan Pemilu Serentak 2024 di Ancol, Jakarta Utara, Jumat (2/12).

img
Gempita Surya
Reporter
img
Ayu mumpuni
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan