sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Mentan: Kenaikan kedelai bukan dari persoalan stok

Mentan telah melobi integrator pemasok kedelai guna menurunkan komoditas kedelai yang sempat naik harganya.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Senin, 25 Jan 2021 15:34 WIB
Mentan: Kenaikan kedelai bukan dari persoalan stok
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.322.866
Dirawat 158.408
Meninggal 35.786
Sembuh 1.128.672

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menilai, komoditas kedelai yang sempat melambung harganya, bukan diakibatkan karena keterbatasan stok.

"Kedelai ini persoalannya bukan dari ketersediaan karena memang terbackup oleh importasi. Maaf saya termasuk tidak setuju. Tidak mungkin petani kedelai Indonesia head to head dengan petani kedelai Brazil dan Amerika. Pasti kalah," tutur Mentan, saat rapat kerja, bersama Komisi IV DPR RI, yang disiarkan secara virtual, Senin (25/1).

Yasin berkata, harga kedelai di luar pasar domestik mencapai Rp5.000. Namun, nilai produksi petani kedelai dalam negeri baru dapat untuk ketika di atas Rp6.500.

"Pernahkah kedelai menjadi swasembada di Indonesia? Pernah zaman Pak Harto dulu. Tetapi harga pokok penjualan (HPP)-nya enam kali lebih besar dari harga beras," tuturnya.

Kendati demikian, Yasin mengaku telah melobi integrator pemasok kedelai guna menurunkan komoditas kedelai yang sempat naik harganya.

"Kemarin waktu kami turun, sebanernya sudah bicarakan dengan integrator, ada saatnya menurunkan (harga) untuk negara bangsa. Turunkan sampai Rp8.500 agar pemakan tempe kita tidak bersoal.' Alhamdulillah ini bisa dicapai pak. Karena ternyata masih ada 600.000 ton," terang Yasin.

Kementan sendiri telah menyiapkan tiga agenda strategi untuk mengatasi harga kedelai yang sempat meroket pada awal 2021. Pertama, agenda SOS yang ditargetkan jalan dalam rentang 100 hari ke depan.

Agenda ini berupa memperlancar pasokan ke pengrajin tahu dan tempe pasar, stabilisasi harga, meningkatkan produksi pertanian, menyiapkan CPCL, serta membentuk gugus tugas lintas kementerian dan lembaga, khususnya Kemendag.

Sponsored

Agenda kedua, temporary yang ditargetkan berjalan dalam rentang 200 hari ke depa. Agenda ini, meliputi penyiapan areal tanam seluas 325.000 hektare, menyediakan pendanaan, pengendaliaan hama, dan penyiapan penanaman musim gadu di pematang, sawah tadah hujan hingga integrasi tebu.

Agenda ketiga, yakni permanen. Dalam agenda ini Kementan akan mengusulkan komoditas kedelai menjadi 12 bagian pangan strategis, memaksimalkan pasokan kedelai lokal, hilirisasi produk kedelai.

Berita Lainnya