close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Salah seorang nasabah bank Banten sedang mengantre untuk mengambil uang di ATM Bank Banten yang berada di Kantor Bapenda Banten di Serang. Foto Antara/Mulyana
icon caption
Salah seorang nasabah bank Banten sedang mengantre untuk mengambil uang di ATM Bank Banten yang berada di Kantor Bapenda Banten di Serang. Foto Antara/Mulyana
Bisnis
Kamis, 14 Mei 2020 11:13

Proses merger Bank Banten dan Bank BJB bikin dana BOS dan zakat tertahan

Padahal, dana BOS itu sangat dibutuhkan di masa pandemik untuk kebutuhan operasional belajar melalui online.
swipe

Dana bantuan operasional sekolah (BOS) untuk SMA/SMK dan zakat dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di Provinsi Banten masih tertahan di Bank Banten. Dana BOS dan zakat tidak bisa langsung dicairkan selama proses merger Bank Banten dengan Bank BJB.

Selain itu, status Bank Banten masuk kategori dalam pengawasan intensif Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Ketua Komisi V DPRD Banten Muhammad Nizar mengatakan, berdasarkan hasil laporan dari sejumlah sekolah yang diterimanya, hampir seluruhnya mengeluhkan terkait pencairan dana BOS yang tertahan di Bank Banten. Padahal, dana BOS itu sangat dibutuhkan di masa pandemik untuk kebutuhan operasional belajar melalui online.

"Di SMAN 2 Kota Tangerang yang dana BOS-nya cukup besar, belum juga cair. Di SMKN 1 Kota Tangerang juga sama,” kata Nizar saat dikonfirmasi, Kamis (14/5).

Nizar mengaku telah memprediksi hal seperti ini akan terjadi. Berbagai pelayanan yang berhubungan dengan Bank Banten pasti akan mengalami kendala serupa. Untuk itu, politisi Gerindra ini meminta Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) harus bertanggung jawab terhadap dampak domino dari pemindahan rekening kas umum daerah (RKUD) dan rencana marger Bank Banten.

“Nah itu. Makanya gubernur harus bertanggung jawab,” katanya.

Terpisah, kepala Baznas Provinsi Banten Suparman Utsman memgatkan, untuk dana zakat ASN Pemprov Banten yang tertahan mencapai Rp4 miliar. Zakat tersebut akan didistribusikan ke sejumlah guru mengaji, marbot, guru madrasah dan penerima lainnya. Namun karena dananya tertahan di Bank Banten, akhirnya tidak bisa langsung dicairkan.

“Saya sudah berkomunikasi dengan pihak Bank Banten, katanya sedang dikomunikasikan dengan pusat,” katanya.

Saat dikonfirmasi terkait beberapa transaksi yang terkendala, Humas Bank Banten Raesya, mengaku, transaksi di Bank Banten masih berjalan normal, untuk dana zakat sedang dalam proses pencairan di pusat. Kemudian terkait dana BOS, pada tahap satu sudah dicairkan pada Februari dan tinggal menunggu yang tahap dua yang masih proses perizinan dari pusat.

“Lalu untuk gaji dan tunjangan ASN lainnya yang ada di Bank Banten, pada intinya semuanya berjalan seperti biasa. Hanya saja ada pembatasan penarikan setiap harinya sebesar Rp5 juta,” jelasnya.

img
Khaerul Anwar
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan