sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

METI sebut pembangkit nuklir sudah mulai ditinggalkan

Pemerintah berencana membangun studi pengembangan PLTN di Indonesia pada 2022.

Anisatul Umah
Anisatul Umah Sabtu, 22 Jan 2022 12:35 WIB
METI sebut pembangkit nuklir sudah mulai ditinggalkan

Indonesia berencana membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) bahkan kini sudah ada target kerja sama dengan internasional untuk melakukan studi pengembangannya.

Menanggapi rencana tersebut, Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), Surya Dharma, mengatakan, pemanfaatan nuklir untuk pembangkit sudah mulai ditinggalkan berbagai negara.

"Kecenderungan sekarang nuklir juga akan ditinggalkan oleh berbagai negara untuk digunakan sebagai energi untuk listrik," paparnya kepada Alinea.id, dikutip Sabtu (22/1).

Oleh karena itu, pemerintah diminta berhati-hati dalam pemanfaatan nuklir menjadi pembangkit. Jangan sampai justru masuk ke dalam krisis baru.

"Sebagaimana saat ini dengan persiapan menuju transisi energi yang tidak berjalan karena maksimalisasi penggunaan batu bara," jelasnya.

Berdasarkan kondisi objektif tersebut, menurut Surya, ini merupakan lampu kuning bagi pemerintah dan berbagai pihak dalam pemanfaatan nuklir sebagai pembangkit.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan, diperlukan kajian komprehensif dalam membangun PLTN. Mulai dari sisi teknis keamanan, akseptabilitas, hingga pengelolaannya.

"Dampak pada masyarakat, pengelolaan waste dari nuklir, suplai dan dampaknya terhadap devisa, dan lain-lain," imbuhnya.

Sponsored

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dadan Kusdiana, sebelumnya mengatakan, pemerintah memiliki target membangun kerja sama internasional terkait studi pengembangan PLTN pada 2022.

Setelah pada tahun sebelumnya dilakukan pendataan terhadap beberapa vendor PLTN, khususnya skala kecil termasuk dengan teknologinya.

"Target untuk PLTN komersial bangun sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) adalah kerja sama internasional, studi pengembangan PLTN," kata Dadan dalam konferensi pers, Senin (17/1). 

Berita Lainnya