sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Mirae Asset Sekuritas prediksi IHSG kembali menguat setelah Lebaran

IHSG diperkirakan ditutup pada 7.099 di April setelah menyentuh level tertinggi sepanjang masa 7.355 pada 11 April 2022.

Hermansah
Hermansah Jumat, 22 Apr 2022 08:47 WIB
 Mirae Asset Sekuritas prediksi IHSG kembali menguat setelah Lebaran

PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memprediksi, redanya Covid-19 yang membuat pembatasan sosial diperlonggar, akan menyemarakkan kegiatan ekonomi pada bulan puasa dan perayaan Idulfitri tahun ini, sehingga akan menguntungkan sektor ritel dan emiten.

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Martha Christina menjelaskan, di tengah ramainya belanja masyarakat sepanjang bulan puasa dan Lebaran tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara analisis teknikal diprediksi akan konsolidasi. Dia memprediksi indeks saham utama itu ditutup pada 7.099 pada April setelah menyentuh level tertinggi sepanjang masa 7.355 pada 11 April 2022.

"Konsolidasi wajar terjadi setelah IHSG menyentuh all-time high, yang ditambah faktor puasa sepanjang bulan ini. Secara siklus, bulan puasa lebih lesu karena faktor all-time high tadi dapat memicu aksi profit taking, tetapi untuk Mei atau periode setelah Lebaran, kami prediksi dapat menguat dengan rentang pergerakan support-resistance pada 6.759-7.748," papar dia.

Faktor lain yang mendukung analisis Martha dan tim Mirae Asset Sekuritas Indonesia adalah kinerja emiten bursa periode kuartal I/2022 yang masih cukup baik dan pembagian dividen untuk kinerja keuangan 2021.

Head of Research Mirae Asset Sekuritas Indonesia Hariyanto Wijaya menilai, tingkat belanja masyarakat untuk mempersiapkan dan dalam menjalani mudik di tahun ini akan naik signifikan dibanding dua tahun terakhir. Di mana hal itu akan menguntungkan emiten ritel seperti PT Matahari Department Store Tbk (LPPF). Untuk diketahui, LPPF baru saja dimasukkan ke dalam daftar saham-saham pilihan (stock picks) Mirae Asset Sekuritas Indonesia.

Dia menuturkan, faktor meredanya Covid-19 yang akan berdampak pada peningkatan mobilitas masyarakat
menjadi faktor pendukung pertama dari ramainya bulan puasa dan Lebaran tahun ini. Faktor kedua adalah
prediksi naiknya belanja publik di tengah perayaan Idulfitri dan ketiga adalah kenaikan harga komoditas. Tren
kunjungan ke stasiun, ritel dan rekreasi, taman, dan tempat kerja mencetak rekor tertinggi sejak pandemi.

"Lebih lanjut, kunjungan ke toko kebutuhan sehari-hari dan farmasi juga mencetak rekor tertinggi sejak gelombang
serangan virus Covid-19 varian Delta," tutur Hariyanto dalam keterangan tertulisntya, Jumat (22/4).

Di sisi lain, faktor kedua pendukung ramainya Ramadan dan Idulfitri adalah prediksi kenaikan jumlah orang
yang merayakan hari raya yaitu 85 juta orang, dibanding tahun lalu hanya 1,5 juta orang. Pewajiban pembayaran
tunjangan hari raya (THR) secara penuh kepada pemberi kerja, setelah direlaksasi dua tahun terakhir, juga dinilai
dapat memicu peningkatan daya beli masyarakat.

Sponsored

Faktor ketiga adalah masih berlanjutnya penguatan harga komoditas yang bahkan diprediksi mampu memitigasi risiko dari potensi pengetatan moneter di AS berupa peningkatan suku bunga acuan AS oleh Bank Sentral AS (The Fed), yang diprediksi menaikkan suku bunga sebanyak 50 bps pada Mei.

Terkait dengan semangat literasi dan inklusi pasar modal guna meningkatkan jumlah nasabah dan nilai transaksi bursa, Mirae Asset Sekuritas Indonesia baru menggagas Mirae Asset Academy untuk melembagakan program edukasi perseroan. Jumlah peserta program edukasi Mirae Asset Sekuritas Indonesia pun meningkat pesat, yaitu lebih dari 300% menjadi 65.312 orang pada 2021 dari 15.613 orang pada 2018.

“Mirae Asset Academy adalah wujud komitmen Mirae Asset Sekuritas untuk meningkatkan literasi keuangan di Indonesia dengan menjadi platform nomor satu untuk belajar investasi mulai dari nol hingga master,” ujar Head of OE Management Mirae Asset Sekuritas Indonesia Tomi Taufan.

Berita Lainnya