sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

MRT usulkan tarif setengah harga diperpanjang

Besaran tarif Moda Raya Terpadu (MRT) mempertimbangkan dua kelompok masyarakat.

Akbar Persada
Akbar Persada Selasa, 30 Apr 2019 11:40 WIB
MRT usulkan tarif setengah harga diperpanjang

PT MRT Jakarta mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar memperpanjang diskon 50% tarif Moda Raya Terpadu (MRT). Berdasarkan kajian, masih banyak penumpang yang menggunakan MRT karena tarifnya masih murah.

"Saran MRT begitu, karena berdasarkan studi kita banyak penumpang yang menggunakan MRT karena tarifnya," ujar William Sabandar, Direktur Utama PT MRT Jakarta di Stasiun MRT Dukuh Atas, Selasa (30/4).

Sejak resmi beroperasi secara komersial pada 1 April lalu, MRT mengeluarkan kebijakan pemotongan tarif sebesar 50%. Ketika itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berharap makin banyak warga yang meninggalkan kendaraan pribadinya dan beralih menggunakan MRT.

Dengan potongan tarif setengah harga tersebut, pengguna MRT hanya dikenakan tarif Rp7.000 dengan rute terjauh dari Stasiun Lebak Bulus sampai Bundaran HI. Sementara jarak terdekat dikenakan tarif Rp1.500.

William mengatakan, dengan kebijakan pemotongan tarif tersebut rata-rata pengguna MRT di sepanjang bulan April mencapai angka 82.000 penumpang per hari. Namun, berdasarkan hasil survei akademisi dan tim ahli, capaian tersebut berpotensi menggerus 36% penumpang jika PT MRT mencabut kebijakan pemotongan tarif.

Sebab, kajian yang sama menyebutkan pengguna MRT terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama yakni pengguna MRT yang sensitif terhadap kenyamanan dan ketepatan waktu. Kelompok ini tidak masalah dengan harga tarif.

Sementara, pengguna MRT pada kelompok kedua sangat sensitif dengan tarif. Di sisi lain, PT MRT menargetkan dapat menjangkau dua kelompok masyarakat pengguna MRT tersebut.

"Oleh sebab itu, kita merasa bahwa program untuk sosialisasi, edukasi, dan promosi 50% ini perlu diperpanjang. Oleh karena itu kita mengusulkan, dan hari ini kita mulai bicarakan dengan pemerintah," terangnya.

Sponsored

Optimalkan layanan, MRT akan tambah rangkaian kereta

Sebagai persiapan untuk mengoperasikan MRT dengan tarif normal, Rp3.000 jarak terdekat dan Rp14.000 terjauh, PT MRT akan menambah rangkaian kereta mulai 1 Mei 2019.

"Kami memutuskan untuk melaksanakan operasi normal 100% dengan menggunakan 16 kereta pada 1 Mei 2019," kata William Sabandar.

Dengan kebijakan tersebut, pengguna MRT akan dilayani 14 kereta dan dua kereta cadangan dengan waktu tunggu kedatangan 5 menit di jam sibuk. William mengatakan, PT MRT telah menentukan jam sibuk di pukul 07.00 sampai 09.00 WIB di pagi hari dan pukul 17.00 sampai 19.00 WIB di sore hari.

"Layanan pun akan kami mulai pada pukul 05.00 sampai pukul 00.00 WIB. Jadi itu yang akan kita lakukan mulai 1 Mei 2019," ungkapnya.

Gelora dan politik kanibal pemecah PKS

Gelora dan politik kanibal pemecah PKS

Rabu, 20 Nov 2019 19:35 WIB
Sepak terjang militer di pucuk pimpinan PSSI

Sepak terjang militer di pucuk pimpinan PSSI

Selasa, 19 Nov 2019 21:07 WIB