close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Kegiatan bimbingan teknis (bimtek) vanili organik Lombok pada Minggu (4/12) yang dilaksanakan Badan Karantina Pertanian (Barantan) Mataram. Foto istimewa
icon caption
Kegiatan bimbingan teknis (bimtek) vanili organik Lombok pada Minggu (4/12) yang dilaksanakan Badan Karantina Pertanian (Barantan) Mataram. Foto istimewa
Bisnis
Senin, 05 Desember 2022 19:38

Kisah Muhir eksportir vanili yang makin banyak orderan usai ikuti program Gratieks

Program Gratieks Kementan memberikan kemudahan dan percepatan proses sertifikasi ekspor.
swipe

Salah satu pelaku eksportir vanili asal Lombok, Muhir, mengungkapkan, potensi ekspor vanili asal Indonesia terus meningkat secara signifikan berkat program Gerakan Peningkatan Tiga Kali Lipat Ekspor Komoditas Pertanian (Gratieks) Kementerian Pertanian (Kementan). Program ini merupakan gagasan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo.

Muhir sudah memulai bisnis ekspor vanili sejak 2010 dan mengalami peningkatan permintaan dari pasar Amerika. Pada kegiatan bimbingan teknis (bimtek) vanili organik Lombok pada Minggu (4/12) yang dilaksanakan Badan Karantina Pertanian (Barantan) Mataram, Muhir bilang, peningkatan ekspor itu terjadi dalam rentang sepuluh tahun.

“Di 2010, untuk memenuhi permintaan pasar Amerika, saya hanya memiliki satu kelompok tani yang menjadi pemasok bahan baku. Namun sejak 2020, saya mengenal Barantan Mataram dengan program Gratieksnya, saat ini sudah ada enam kelompok tani yang bisa bergabung menjadi pemasok bahan baku ekspor vanili,” jelas Muhir kepada wartawan, Senin (5/12).

Selain permintaan yang meningkat secara signifikan, Muhir juga mengakui, program Gratieks Kementan memberikan kemudahan dan percepatan proses sertifikasi ekspor. Sebelum adanya Gratieks, untuk melakukan sertifikasi ekspor, dirinya mengaku harus melakukan sertifikasi di Denpasar.

“Barang sudah dipacking dari Mataram sampai Denpasar harus dibongkar lagi untuk diperiksa. Namun saat ini sudah tidak lagi, karena bisa lakukan pemeriksaan dan sertifikasi ekspor di Barantan Mataram. Jadi sampai Denpasar bisa langsung terbang ke Amerika,” tuturnya.

Melalui program Gratieks yang dilaksanakan Barantan Mataram, ia dan kelompok tani vanili mendapatkan fasilitasi sosialisasi bimtek, sampai dengan pendampingan bertemu dengan para stakeholder terkait yang dapat membantu untuk memenuhi kekurangan-kekurangan dalam memenuhi persyaratan ekspor.

Lebih lanjut, Kepala Barantan Bambang pada kesempatan yang sama memberikan apresiasi pada Muhir. Karena Muhir merupakan satu-satunya eksportir vanili asal Lombok yang memiliki sertifikat organik standar USDA atau Departemen Pertanian Amerika Serikat yang disertifikasi oleh oleh Control Union-Amerika, karena mau mengajak dan membagi peluang ekspor vanili ke Amerika kepada para petani vanili Lombok lainnya.

"Saya merasa bangga berada di tengah-tengah orang hebat. Petani nya hebat, pelaku usahanya hebat, pemerintah daerahnya hebat dan teman-teman Karantina Pertanian Mataram yang juga hebat. Sehingga bisa terjadi kolaborasi yang baik untuk memacu peningkatan ekspor komoditas unggulan Mataram ini," ujar Bambang saat memberikan sambutan.

Sesuai dengan arahannya, Mentan Syahrul telah menetapkan Barantan sebagai penanggung jawab Gratieks, yaitu untuk mewujudkan target-target peningkatan tiga kali lipat ekspor komoditas pertanian. Tentu Barantan tidak bisa sendirian dalam mewujudkannya. Dibutuhkan kerja sama dan kolaborasi yang baik dari semua lini pemangku kepentingan untuk saling mendukung dan berkontribusi dalam upaya peningkatan ekspor komoditas pertanian.

"Di 2022 ekspor vanili ke Amerika hanya mencapai 3 ton, padahal potensi permintaan pasar ekspor Amerika yang belum terpenuhi mencapai 9 ton. Ini sebuah peluang besar yang harus ditangkap bersama agar bisa segera terpenuhi untuk meningkatkan kesejahteraan para petani vanili di Mataram," pungkas Bambang.

img
Erlinda Puspita Wardani
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan