logo alinea.id logo alinea.id

Ombudsman: Sistem perbankan digital Indonesia aman dari peretas

Ombudsman memastikan kasus eror sistem yang terjadi pada Bank Mandiri hanya kesalahan teknologi IT.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Senin, 29 Jul 2019 16:37 WIB
Ombudsman: Sistem perbankan digital Indonesia aman dari peretas

Ombudsman RI menyatakan sistem cyber security atau sistem pengamanan digital perbankan Indonesia masih mampu menahan serangan peretas atau hacker.

Anggota Ombudsman RI Dadan S. Suharmawijaya mengatakan, sampai dengan saat ini belum ada yang mampu menembus sistem pertahanan digital perbankan di Indonesia.

“Serangan hacker selama ini bisa ditangkal oleh sistem keamanan digital kita dan tidak ada yg bisa menembus,” katanya dalam konferensi pers di kantor Ombudsman RI, Senin (29/7).

Pemaparan Dadan tersebut terkait dengan eror sistem rekapitulasi yang terjadi pada Bank Mandiri beberapa waktu lalu, yang menyebabkan bertambah dan berkurangnya dana nasabah secara tiba-tiba.

Ia mengatakan, hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Ombudsman RI bersama dengan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyimpulkan kejadian tersebut hanya masalah teknis yang menyebabkan eror sistem rekap, bukan karena serangan hacker.

“Apa yang terjadi dengan Bank Mandiri tidak ada problem dengan cyber security. Mandiri kendalanya keandalan information technologi (IT) yang mesti di-update,” ucapnya. 

Untuk itu, Ombudsman RI mengatakan pihaknya telah mengirim tim IT untuk membantu Bank Mandiri untuk memastikan sistem pengamanan digital di Bank Mandiri aman.

Sementara itu, Kepala Departemen Pengawasan Bank OJK Hizbullah menyampaikan, saat ini dunia perbankan memasuki era digital, karena itu dibutuhkan sistem pengamanan yang baik agar memberikan kepercayaan dan keamanan bagi nasabah.

Sponsored

“Karena itu kita sudah minta seluruh bank di Indonesia untuk memperbaiki sistem digitalnya. Kita mulai dari Bank Mandiri ini,” ujarnya.


Selain itu, lanjutnya, OJK selalu mengupdate ketentuan yang berlaku agar dapat disesuaikan dengan perkembangan teknologi yang terjadi.

“OJK sampaikan bahwa Bank Mandiri dari standar IT sudah memenuhi standar. Hanya sedikit kemungkinan adanya error system. Dari sisi IT memang harus diupdate seiring dengan perkembangan teknologi yang ada,” katanya.

Ia pun mengatakan kendala sistem yang terjadi pada Bank Mandiri masih tertangani dengan baik, dan tidak mengancam nasabah.

Hal senada juga dikatakan oleh Direktur Bisnis dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunadi. Menurut dia, eror sistem yang sempat terjadi tidak sampai merugikan nasabah.

“Seperti yang disampaikan tadi, ini hanya masalah teknis. Dana nasabah aman. Yang berubah hanya tampilan saldo saja dan hanya sesaat dan sudah normal kembali,” ucapnya.

Ia pun mengatakan segala komplain yang dilayangkan oleh nasabah telah tertangani dengan baik. Ia pun, pada kesempatan yang sama menyampaikan  permintaan maaf karena ketidaknyamanan yang terjadi.

“Jika ada kekurangan kita akan terus perbaiki. Dan kita tentu minta maaf akan ketidaknyamanan yang sempat terjadi selama berapa jam itu,” tuturnya.