logo alinea.id logo alinea.id

Pefindo tegaskan peringkat A- untuk obligasi Waskita Karya

PT Waskita Karya (Persero) Tbk. berencana menerbitkan obligasi berkelanjutan tahap IV tahun ini senilai Rp4,95 triliun.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Rabu, 11 Sep 2019 17:41 WIB
Pefindo tegaskan peringkat A- untuk obligasi Waskita Karya

PT Waskita Karya (Persero) Tbk. berencana menerbitkan obligasi berkelanjutan tahap IV tahun ini senilai Rp4,95 triliun.

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat A- kepada tiga surat utang atau obligasi milik PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT). Ketiga obligasi berkelanjutan tersebut adalah tahap I tahun 2015, tahap II tahun 2016, dan tahap III tahun 2017.

Pada kesempatan yang sama, Pefindo juga memberikan peringkat A- untuk obligasi berkelanjutan IV tahun 2019 milik Waskita Karya, dengan rencana penerbitan maksimum sebesar Rp4,95 triliun. Sementara prospek untuk peringkat perusahaan adalah stabil.

"Hasil emisi obligasi akan digunakan untuk mendanai kontrak backlog perusahaan," tulis analis Pefindo Yogie Surya Perdana dan Aryo Perbongso dalam keterangan resmi Pefindo, Rabu (11/9).

Pefindo menjelaskan, emiten dengan rating A memiliki kemampuan yang kuat dibanding dengan obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang. Kendati demikian, kemampuan obligor mungkin akan terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi, dibandingkan obligor dengan peringkat lebih tinggi.

Sementara tanda kurang menunjukkan peringkat yang diberikan relatif lemah dan di bawah rata-rata kategori yang bersangkutan.

"Peringkat tersebut mencerminkan posisi pasar perusahaan yang kuat di industri konstruksi domestik, marjin keuntungan yang baik karena segmen proyek yang beragam, dan keuntungan sebagai perusahaan konstruksi milik Negara," kata Pefindo.

Namun, lanjut Pefindo, peringkat tersebut dibatasi oleh tingginya leverage keuangan Waskita, lingkungan bisnis yang cukup fluktuatif pada industri konstruksi, dan risiko yang berkaitan dengan ekspansi agresif perseroan di bisnis jalan tol dan rencana divestasi.

Sponsored

Pefindo menyebut peringkat emiten berkode saham WSKT tersebut dapat dinaikkan jika berhasil melakukan divestasi aset jalan tolnya tepat waktu sesuai kisaran harga yang diharapkan. Rating juga akan dinaikkan apabila Waskita Karya memperbaiki profil kreditnya sampai pada tingkat setara dengan peringkat A secara berkelanjutan.

"Ini juga harus diiringi dengan profitabilitas yang baik di atas peer untuk mengkompensasi risiko yang lebih tinggi dari proyek turnkey yang dikerjakan oleh perseroan," ujar Pefindo.

Namun, tak menutup kemungkinan peringkat Waskita dapat diturunkan apabila gagal meraih target pendapatannya dan jika nilai tambahan utang melebihi dari yang diproyeksikan. Sehingga, akan mengakibatkan pemburukan pada profil kredit.

"Peringkat juga dapat diturunkan bila investasi di jalan tol berkinerja lebih buruk dari yang diharapkan, termasuk rencana untuk melakukan divestasi tidak terealisasi, dan mengakibatkan pemburukan pada profil kredit," tutur Pefindo.

Manajemen Waskita Karya pada Agustus lalu mengatakan siap melakukan divestasi atas lima dari sembilan ruas jalan tolnya pada semester II-2019.

Direktur Keuangan Waskita Karya Haris Gunawan mengatakan tahun lalu telah ada investor yang berminat untuk membeli tol milik perseroan. Namun, divestasi tersebut urung dilakukan lantaran tak sesuai dengan valuasi yang ditargetkan.

"Kemudian yang sekarang ada dua investor yang lebih serius atau lebih maju dari tahun lalu," ujar Haris di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (20/8).

Akan tetapi, Haris belum bisa menyebutkan ruas tol mana saja yang akan didivestasi dan berapa nilai divestasi yang akan didapatkan Waskita dari kelima ruas tol tersebut. Haris hanya mengatakan kedua investor tersebut berasal dari lokal dan internasional.

Untuk diketahui, sembilan ruas tol tersebut adalah Kanci-Pejagan, Pejagan-Pemalang, Pasuruan-Probolinggo, Semarang-Batang, Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono, Kayu Agung-Palembang-Teluk Betung, Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, dan Bekasi-Cawang-Kampung Melayu.

Hingga akhir 2018, tercatat total utang Waskita Karya mencapai Rp64 triliun. Tahun ini, total utang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya itu ditargetkan turun menjadi Rp60 triliun.