sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pelindo IV terbitkan obligasi Rp3 triliun

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV menerbitkan obligasi senilai total Rp3 triliun untuk mendanai pembangunan proyek.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Kamis, 05 Jul 2018 19:05 WIB
Pelindo IV terbitkan obligasi Rp3 triliun
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 116871
Dirawat 37530
Meninggal 5452
Sembuh 73889

PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) menerbitkan obligasi senilai total Rp3 triliun untuk mendanai pembangunan proyek.

Direktur Utama Pelindo IV Doso Agung mengatakan sejumlah proyek-proyek pelabuhan strategis di Kawasan Timur Indonesia (KTI) tersebut adalah Makassar New Port, Pelabuhan Bitung, Kendari New Port, dan Pelabuhan Pantoloan-Palu.

“Seluruh pendanaan untuk mempercepat konektivitas di Indonesia Timur. Sehingga nantinya kegiatan antar pulau, ekspor-impor, dan disparitas bisa lebih baik di sana,” kata dia saat pencatatan obligasi tersebut di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (5/7).

Obligasi yang diterbitkan Pelindo IV ini dibagi dalam tiga seri. Seri A bertenor lima tahun, dengan tingkat bunga sebesar 8%, dan nilai emisinya sebesar Rp380 miliar. Seri B memiliki tenor tujuh tahun, dengan besaran kupon 9,15% dan memiliki nilai emisi Rp1,82 triliun. Sedangkan untuk seri ketiga, seri C, tenornya 10 tahun dengan tingkat suku bunga sebesar 9,35%, nilai emisinya Rp800 miliar.

Pelindo IV optimistis obligasi ini akan laku terjual. Saat penawaran, obligasi ini sudah mengalami kelebihan permintaan. Namun, Doso tidak menyebutkan berapa besar kelebihan permintaannya. Dia hanya mengatakan hal ini menunjukkan kepercayaan investor cukup besar kepada Pelindo IV yang wilayah operasinya di Indonesia Timur.

Dalam penerbitan obligasi ini, Pelindo IV telah menunjuk beberapa perusahaan sebagai penjamin pelaksana emisi. Mereka adalah Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas, BNI Sekuritas, Indo Premier Sekuritas dan CGS-CIMB Sekuritas Indonesia. Obligasi ini telah memperoleh hasil pemeringkatan idAA (Double A) dari PT Pemeringkatan Efek Indonesia (Pefindo).

Selain obligasi, Pelindo IV akan memanfaatkan dana internal perusahaan untuk mengembangkan pelabuhan-pelabuhan lainnya di wilayah pengelolaan perusahaan. Dengan begitu, konektivitas antarpelabuhan dapat segera diwujudkan dan disparitas harga di wilayah Indonesia Timur dapat diatasi.

Adapun dana akan digunakan sebesar Rp1 triliun khusus untuk Makassar New Port. "Makassar New Port dananya sepertiganya karena sebagian besar ada dana internal juga untuk bangun," ungkap Doso.

Sponsored

Pembangunan Makassar New Port sebenarnya telah dilakukan sejak 2015 lalu, tetapi perusahaan baru akan melakukan uji coba pada Oktober 2018 mendatang. Setelah uji coba, kata Doso, Makassar New Port baru akan beroperasi secara penuh pada Desember 2018.

Untuk tahun ini, total investasi Pelindo IV dalam mengembangkan pelabuhan sebesar Rp5,5 triliun. "Kalau bisa diselesaikan artinya permasalahan logistik dan transportasi di Indonesia 50% sudah selesai. Itu tekad kami," terang Doso.

Hingga saat ini, Pelindo IV memiliki 30 proyek pembangunan pelabuhan strategis. Total pelabuhan yang sudah selesai dibangun sebanyak 16 pelabuhan.

"Pelindo IV kan punya 28 pelabuhan, 16 sudah selesai. Ternate sudah selesai, Ambon dan Manokwari sudah selesai," jelas Doso.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro, mengapresiasi langkah Pelindo IV mencari sumber-sumber pembiayaan di luar APBN untuk menyelesaikan program strategis nasional.

“Ketika beroperasi nanti, tentunya akan membawa banyak keuntungan bagi perekonomian masyarakat, khususnya masyarakat Indonesia Timur," kata Aloysius. 

Berita Lainnya