close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Penonton Bioskop XXI duduk berjaga jarak saat pemeriksaan kesiapan bioskop beroperasi kembali di Pusat Grosir Cililitan, Jakarta, Sabtu (29/8/2020). Foto Antara/Hafidz Mubarak A.
icon caption
Penonton Bioskop XXI duduk berjaga jarak saat pemeriksaan kesiapan bioskop beroperasi kembali di Pusat Grosir Cililitan, Jakarta, Sabtu (29/8/2020). Foto Antara/Hafidz Mubarak A.
Bisnis
Jumat, 19 Maret 2021 21:18

Pemerintah diminta kucurkan stimulus bagi industri film

Banyak pekerja film yang kehilangan pekerjaannya imbas pandemi Covid-19 di tanah air sejak setahun silam.
swipe

Pemerintah diminta mengucurkan stimulus agar industri perfilman tanah air kembali bergeliat lantaran sempat lesu imbas pandemi Covid-19. Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian dikabarkan tengah membahasnya.

"Skema stimulus untuk industri perfilman Indonesia saat ini sedang dipersiapkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dengan berkomunikasi dengan para pelaku industri film Indonesia," ujar sineas Mira Lesmana kepada Alinea, Jumat (19/3).

Lantaran masih digodok, produser film Ada Apa dengan Cinta ini belum bisa mengonfirmasi tentang bentuk stimulus yang dikabarkan disalurkan melalui bioskop.

"Belum ada yang final," ucapnya. "Minggu depan, kami akan koordinasi lagi dengan tim kami bersama tim dari Menko Perekonomian."

Meski demikian, menurut Mira, bantuan tersebut diperlukan mengingat ada sekitar 50.000 pekerja industri film, animasi, dan video di Indonesia pada 2019. Pun rerata ada 10 pekerja bioskop per layan sebelum pandemi. Jumlah layar bioskop di tanah air sebanyak 2.217.

Sayangnya, jumlah itu menyusut signifikan saat pandemi Covid-19. Berdasarkan datanya, hanya 7 judul film yang dirilis di bioskop selama pagebluk. Saat normal jumlahnya mencapai 129 judul film.

Kemudian, hanya 190 dari 420 situs bioskop yang beroperasi dalam setahun terakhir. "Otomatis banyak pekerja film yang kehilangan pekerjaan," jelasnya.

Karenanya, insan perfilman mendorong stimulus agar roda industri kembali berjalan. "Bioskop sebagai penyumbang 90% dan pemasukan sebuah film bisa beroperasi secara optimal, produser confident memutar filmnya di bioskop dan berproduksi lagi, sehingga para pekerja film di semua subsektor kembali bisa mendapatkan penghasilan," tutup Mira.

img
Fatah Hidayat Sidiq
Reporter
img
Fatah Hidayat Sidiq
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan