logo alinea.id logo alinea.id

Pemerintah kerja sama proyek satelit senilai Rp21 triliun

Satelit Republik Indonesia (Satria) diklaim sebagai satelit terbesar di Asia untuk kapasitas frekuensi 150Gbps.

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Jumat, 03 Mei 2019 12:35 WIB
Pemerintah kerja sama proyek satelit senilai Rp21 triliun

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menandatangani perjanjian penjaminan dan resource agreement (regres) kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) untuk proyek satelit multifungsi (SMF). Infrastruktur untuk mendukung internet cepat ini dinamakan Satelit Republik Indonesia (Satria).

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengklaim Satria sebagai satelit terbesar pertama di Asia untuk kapasitas frekuensi 150Gbps. Satelit ini akan dibangun pada akhir 2019 oleh perusahaan manufaktur asal Perancis, Thales Alenia Space. 

“Investasi yang digelontorkan untuk pembangunan Satria mencapai Rp21 triliun untuk kurun waktu 15 tahun,” kata Rudiantara di Jakarta, Jumat (3/5).

Satria direncanakan selesai dan siap diluncurkan pada kuartal II-2022 atau setelah sampai pada orbit 146 BT. Satelit ini diharapkan dapat beroperasi pada awal tahun 2023.

Cakupan layanan Satria akan mencapai hampir 150.000 titik layanan publik di seluruh Indonesia. Terdiri atas sarana pendidikan, fasilitas kesehatan, administrasi pertahanan dan keamanan, serta pemerintahan daerah di seluruh wilayah Indonesia. 

"Pengembalian investasi proyek ini dilakukan melalui skema ketersedian layanan (availability payment) dengan masa konsesi 15 tahun," tuturnya. 

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan proyek Satria akan meningkatkan online link dan jaringan komunikasi secara signifikan untuk UKM Transcational Center, dan proses e-Office. Selain itu, akan menurunkan biaya operasional serta mempercepat dan memperbaiki layanan. 

Darmin mengatakan satelit itu juga akan dimanfaatkan untuk mendukung program pemerintah dalam memberikan jasa keuangan, informasi pasar, bisnis, dan kegiatan lainnya yang mendorong perekonomian regional dan nasional.

Sponsored

Proyek satelit Satria merupakan salah satu dari Proyek Strategis Nasional sebagaimana tercantum dalam Peraturan Presiden 56/2018.

"Saya yakin, membangun infrastruktur itu artinya menanam modal yang beberapa tahun mendatang akan mendukung penciptaan kegiatan ekonomi  yang lebih baik di masyarakat kita,” tutur Darmin. 

Pembangunan Satelit akan dilakukan oleh PT Nusantara Satelit Sejahtera, yang telah ditetapkan sebagai pemenang tender pada 26 April 2019.