sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pengamat: PT Transjakarta harusnya hanya jadi "wasit pelayanan" 

Jika PT Transjakarta juga menjadi operator, maka pelaksanaannya menjadi ambigu karena pengawasan dan aturan main memiliki standar ganda.

Alvin Aditya Saputra
Alvin Aditya Saputra Sabtu, 11 Des 2021 11:18 WIB
Pengamat: PT Transjakarta harusnya hanya jadi

Pengamat transportasi, Djoko Setijowarno, mengatakan, seharusnya PT Transportasi Transjakarta (Transjakarta) tidak perlu ikut terjun menjadi operator. Ia cukup menjadi wasit pelayanan yang mengawasi seluruh persyaratan dan aturan berlaku.

"Para operator yang melakukan kontrak kerja dengan TJ [Transjakarta] itulah yang jadi pemain, yang diawasi, atau diwasiti oleh TJ," katanya kepada Alinea.id, Sabtu (11/12).

Dalam melakukan pengawasan, Transjakarta harus adil dan disiplin menerapkan aturan dan persyaratan yang ada.

"Jika TJ sendiri ikut jadi pemain, bukan tidak mungkin pengawasan dan aturan main menjadi memiliki standar ganda yang bisa menjadi tidak adil dalam TJ melaksanakan tugasnya karena TJ menjadi ambiguity," tuturnya.

Semestinya, menurut Djoko, Transjakarta dapat membagi tugas pengawasan dan penegak aturan pelayanan. Sedangkan pihak lainnya sebagai operator yang harus mencari keuntungan.

"Yang terkadang menganakemaskan TJ sebagai operator dengan memberi prioritas lebih [untuk peluang keuntungan], misalnya dengan menempatkan armadanya pada rute yang panjang dan lebih toleran [lebih kendor] terhadap aturan yang ada," paparnya.

Sementara itu, sambungnya, operator lain lebih ditekan pada disiplin sampai hal kecil. Pun langsung dikenakan penalti apabila nantinya terjadi pelanggaran.

"Kerja TJ sebagai wasit pelayanan menjadikan konsentrasinya buyar karena harus terbagi dengan tugas sebagai operator," ujarnya.

Sponsored

Terjadi sederet kecelakaan yang melibatkan bus Transjakarta dalam beberapa pekan terakhir. Penyebabnya banyak faktor, seperti sopir mengantuk sehingga bus menghantam jalur yang sempit.

Berita Lainnya