sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Pertamina pastikan stok BBM dan LPG aman saat Natal

Stok BBM dan LPG aman sejalan dengan optimalisasi kilang dan teknologi yang diterapkan

Annisa Saumi
Annisa Saumi Kamis, 28 Nov 2019 21:05 WIB
Pertamina pastikan stok BBM dan LPG aman saat Natal

Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020 PT Pertamina (Persero) memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) dan gas alam (LPG) secara nasional dalam keadaan aman. Pertamina juga telah menyiapkan tambahan suplai untuk mengantisipasi lonjakan permintaan BBM dan LPG yang biasanya meningkat di penghujung tahun.

Vice President Corporate Communicatioan Pertamina Fajriyah Usman mengatakan saat ini secara umum stok BBM secara nasional mencapai 25 hari. Sementara, stok LPG mencapai 15 hari, dan angka tersebut dinamis, mengikuti tren peningkatan menjelang nataru.

“Menghadapi Natal dan Tahun Baru 2020 nanti stok BBM dan LPG sangat aman sejalan dengan optimalisasi kilang dan teknologi yang diterapkan. Sehingga Pertamina bisa lebih mudah mengolah minyak mentah menjadi berbagai produk BBM,” ujar Fajriyah dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (28/11). 

Selain stok aman, Fajriyah menambahkan, beberapa produk BBM di antaranya avtur dan solar bahkan dalam kondisi surplus. Fajriyah juga menyampaikan Pertamina sudah mandiri dalam mengolah solar dan avtur sejak Maret dan April, sehingga dapat melakukan ekspor pada pertengahan 2019. 

“Peningkatan stok BBM juga didukung suplai minyak mintah domestik dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) migas yang beroperasi di Indonesia, sehingga ketahanan kilang semakin meningkat,” tutur Fajriyah.

Menurut Fajriyah, Pertamina juga memiliki infrastruktur energi yang luas hingga pelosok negeri. Pertamina memiliki 112 Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM), 9.677 km jalur pipa, sekitar 10.000 mobil tangki dan 6.781 SPBU di seluruh Indonesia. 

Jelang Nataru ini, Pertamina juga menyiapkan skema distribusi reguler, alternatif dan emergency untuk memastikan ketersediaan BBM untuk masyarakat. 

“Pertamina juga telah membangun 161 titik BBM Satu Harga untuk mendistribusikan BBM hingga ke wilayah pelosok atau yang dikenal dengan 3T, terdepan, terpencil dan terluar,” ujar Fajriyah.

Sponsored