close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi Alinea.id/Aisya Kurnia.
icon caption
Ilustrasi Alinea.id/Aisya Kurnia.
Bisnis
Senin, 13 Februari 2023 08:14

Plus minus si instrumen anyar waran terstruktur

Waran terstruktur memiliki keunggulan lebih murah dan menguntungkan dibandingkan saham, namun juga lebih berisiko.
swipe

Pada 19 September 2022, Bursa Efek Indonesia (BEI) baru saja menerbitkan instrumen investasi baru, yakni waran terstruktur atau structured warrant. Instrumen ini merupakan turunan saham yang diterbitkan oleh Perusahaan Efek Anggota Bursa. Sampai saat ini baru RHB sekuritas yang bisa menerbitkan waran terstruktur. Menyusul pada 13 Februari, Maybank Sekuritas juga menjadi penerbit instrumen investasi anyar ini.

Lewat instrumen ini, investor memiliki hak untuk membeli atau menjual underlying securities (saham) pada harga dan tanggal yang telah ditentukan. Dengan underlying securities yang dimaksud adalah saham-saham yang masuk dalam konstituen Indeks IDX30. 

Saham IDX30 periode Januari-Juli 2023

Nomor Perusahaan/emiten Kode saham
1. PT Adaro Energy Tbk.  ADRO
2. PT Alfaria Trijaya Tbk.  AMRT
3. PT Aneka Tambang (Persero) Tbk.  ANTM
4. PT Bank Artos Indonesia Tbk. ARTO
5. PT Astra International Tbk.  ASII
6. PT Bank Central Asia Tbk.  BBCA
7. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.  BBNI
8. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.  BBRI
9. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.  BMRI
10. PT Barito Pacific Tbk.  BRPT
11. PT Bukalapak.com Tbk. BUKA
12. PT Charoen Pokhand Indonesia Tbk.  CPIN
13. PT Elang Mahkota Teknologi Tbk.  EMTK
14. PT Surya Esa Perkasa Tbk.  ESSA
15. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk  GOTO
16. PT Harum Energy Tbk.  HRUM
17. PT Vale Indonesia Tbk.  INCO
18. PT Indofood Sukses Makmur Tbk. INDF
19. PT Indo Tambangraya Megah Tbk.  ITMG
20. PT Kalbe Farma Tbk.  KLBF
21. PT Merdeka Copper Gold Tbk.  MDKA
22. PT Medco Energy Internasional Tbk. MEDC
23. PT PGN Gas Negara (Persero) Tbk. PGAS
24. PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk. PTBA
25. PT semen Indonesia (Persero) Tbk.  SMGR
26. PT Tower Bersama Infrastructure Tbk.  TBIG
27. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.  TLKM
28. PT Sarana Menara Nusantara Tbk.  TOWR
29. PT United Tractors Tbk.  UNTR
30. PT Unilever Indonesia Tbk.  UNVR

Sumber: Bursa Efek Indonesia.

Waran Terstruktur memang belum genap berusia lima bulan, namun menurut Direktur Utama BEI Iman Rachman, kinerjanya cukup apik. Bagaimana tidak, selama 75 hari diperdagangkan sejak resmi diterbitkan hingga tutup tahun, instrumen investasi turunan saham ini telah mencapai nilai perdagangan Rp194,1 miliar. Dengan volume transaksi waran terstruktur juga telah mencapai 642,8 juta dan frekuensi perdagangan sebanyak 56.968 kali.

“Secara total perdagangannya dari tanggal 2-31 Januari 2023 sudah sebesar Rp37,9 miliar. Kalau dijumlahkan sejak September 2022-31 Januari 2023 sudah sekitar Rp232 miliar,” bebernya dalam media briefing di Jakarta, Kamis (2/2).

Sementara itu, volume transaksi waran terstruktur sejak 19 September 2022 hingga 31 Januari 2023 sudah mencapai 950,6 juta dan total frekuensi perdagangan sebanyak 78.494 kali. Di mana waran terstruktur yang pada waktu masih ditawarkan oleh RHB Sekuritas adalah ADRODRCM3A dengan underlying saham ADRO, ANTMDRCK3A/ANTM, BBCADRCK3A/BBCA, BBRIDRCM3A/BBRI, BMRIDRCK3A/BMRI, BRPTDRCM3A/BRPT, HRUMDRCM3A/HRUM, dan ICBPDRCM3A/ICBP.

Selanjutnya ada waran terstruktur INCO yakni INCODRCM3A, TLKMDRCM3A/TLKM, MDKADRCK3A/MDKA, PGASDRCK3A/PGAS, dan UNVRDRCM3A/UNVR. Pada 18 Januari kemarin, RBH Sekuritas baru saja mencatatkan dua waran terstruktur. Satu ber-underlying saham PT Bukalapak.com Tbk. dengan kode efek BUKADRCV3A, yang harga pelaksanaannya (exercise price) Rp300 per lembar saham dan tanggal jatuh tempo hingga 18 Oktober 2023.

Structure Warrant kedua adalah TINSDRCV3A dengan underlying saham PT Timah Tbk. (TINS). Waran Terstruktur yang dicatatkan pada tanggal sama dengan waran terstruktur BUKA, memiliki harga pelaksanaan Rp840-Rp1.560 per lembar saham. Tidak hanya itu, efek ini juga memiliki tanggal kedaluwarsa pada 18 Oktober 2023.

Ilustrasi Pixabay.com.

Kedua waran terstruktur baru tersebut memiliki jenis yang sama dengan 13 seri waran terstruktur sebelumnya, yakni call warrant. Dengan efek jenis ini investor memiliki hak untuk membeli sejumlah underlying securities pada harga dan jangka waktu tertentu.

“Saat ini sudah ada anggota bursa yang bisa menerbitkan (waran terstruktur), RHB Sekuritas. Akan ada satu lagi, Maybank Securities,” ungkap Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik, Kamis (2/2).

Perlu diketahui, meski pencatatan waran terstruktur yang diterbitkan di BEI baru dijadwalkan pada Senin (13/2), Maybank Sekuritas Indonesia telah melangsungkan masa penawaran pada 2-6 Februari kemarin, dengan tanggal akhir penjatahan pada 8 Februari 2023. Sementara waran terstruktur yang bakal diterbitkan oleh Anggota Bursa (AB) ini berjenis call-european dengan underlying saham konstituen IDX30.

Delapan waran terstruktur Maybank Sekuritas

Nomor Waran terstruktur Underlying saham Harga penawaran/lembar saham Harga pelaksanaan/lembar saham
1. ANTMZPCX3A PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) Rp450 Rp2.300
2. ASIIZPCX3A PT Astra International Tbk. (ASII) Rp308 Rp6.300
3. BBCAZPCX3A
 
PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) Rp555 Rp9.000
4. BBRIDRCM3A PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) 
 
Rp570 Rp4.800
5. MDKAZPCX3A      PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) Rp444 Rp5.000
6. PGASZPCX3A PT PGN Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS) Rp304 Rp1.750
7. PTBAZPCX3A PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) Rp306 Rp3.600
8. TLKMZPCX3  PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) Rp540 Rp4.200 

“Penerbit akan menerbitkan Waran Terstruktur dengan jumlah maksimal Rp60 triliun selama periode penerbitan. Periode penerbitan Waran Terstruktur oleh penerbit mulai dari tanggal Efektif 31 Januari 2023 sampai dengan 31 Januari 2025,” tulis Broker dengan kode ZP ini dalam Prospektus Waran Terstruktur, yang dikutip Alinea.id, Kamis (9/2).

Jeffrey pun meyakini dengan bergabungnya Maybank Sekuritas Indonesia bakal membuat kinerja instrumen investasi anyar ini di pasar modal semakin apik. Pasalnya, dengan bertambahnya Anggota Bursa penerbit waran terstruktur akan membuat jumlah investor semakin banyak. Dus, nilai, volume dan frekuensi perdagangan waran terstruktur pun akan ikut bertumbuh.

“(Anggota Bursa) di kita memang masih sedikit. Kita harapkan, setelah ini ada lagi anggota yang bisa menerbitkan structure warrant,” imbuhnya.

Prospek cerah

Tidak hanya itu, Direktur Utama BEI Iman Rachman pun yakin, di masa depan produk investasi ini dapat berkontribusi besar terhadap pasar modal nasional. Mengingat di bursa saham regional, waran terstruktur mampu berkontribusi sekitar 2%-5% terhadap total rata-rata nilai transaksi harian (RNTH). 

“Pasar structure warrant kita memang masih kecil, tapi target kita adalah di 2027 2-5% dari nilai transaksi perdagangan,” kata dia, di Jakarta, Kamis (2/2).

Ilustrasi Pixabay.com.

Artinya, jika melihat RNTH yang ditargetkan BEI pada 2026 yang sebesar Rp25 triliun, maka kontribusi waran terstruktur terhadap RNTH setidaknya mencapai Rp1,25 triliun di tahun itu. Untuk mencapai target ini, BEI bakal lebih banyak memberikan edukasi kepada para investor di pasar modal mengenai keuntungan dan manfaat investasi waran terstruktur.

Kehadiran waran terstruktur memang bisa membuat aset investasi yang ada saat ini menjadi lebih beragam. Meski begitu, sebagai asat investasi anyar, baik Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BEI, serta Anggota Bursa penerbit efek juga diharuskan untuk meningkatkan upaya edukasi serta mitigasi risiko kepada para calon investor.

“Dengan semua keunggulannya, seperti harga lebih murah dari saham utamanya hingga keuntungan yang bisa lebih berlipat, waran terstruktur dapat menimbulkan risiko lebih besar untuk investor. Karena itu, edukasi diperlukan. Untuk investor pun juga harus paham betul, jangan hanya ikut-ikutan,” jelas Pengamat Pasar Modal dari Asosiasi Analis Efek Indonesia Reza Priyambada, kepada Alinea.id, Kamis (9/2).

Terpisah, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai, dengan melihat kinerja selama hampir lima bulan, waran terstruktur memiliki masa depan cerah. “Menurut saya ini animonya bisa kuat, bisa mendorong investor untuk membeli waran terstruktur karena memang sudah sangat likuid, terus juga bisa menciptakan keuntungan yang lebih baik dibanding kinerja saham,” jelas dia, saat dihubungi Alinea.id, Jumat (10/2).

Prospek cerah ini, kata Nafan, tak lepas dari manfaat waran terstruktur yang salah satunya adalah memiliki leverage. Dalam hal ini, dengan modal relatif kecil, investor memiliki hak untuk membeli (call) atau menjual (put) underlying securities pada harga dan tanggal tertentu. Sehingga persentase potensi keuntungan waran terstruktur cenderung lebih besar dari pada underlying securities-nya tadi.

Structure warrant, di sisi lain juga bisa dijadikan sebagai lindung nilai investasi karena sifatnya yang likuid. Dalam hal ini, waran terstruktur bisa menjadi aset investasi yang sangat likuid lantaran perusahaan penerbit dalam aturannya memang diwajibkan untuk menunjuk Liquidity Provider alias stand by buyer/seller.

“Ketika saham perusahaannya ini underperform pergerakannya karena dipengaruhi oleh sentimen pasar, waran ini setidaknya performanya akan bagus, jadi otomatis bisa sebagai lindung nilai,” jelasnya.

Tidak hanya itu, sebagai sarana lindung nilai, investor juga bisa mengunci harga underlying securities sesuai dengan posisi yang diambil saat membeli atau menjual waran terstruktur. Dengan demikian, saat jatuh tempo, efek dapat dikonversi dengan underlying securities atau uang tunai sesuai harga yang telah dikunci sebelumnya.

Ilustrasi Alinea.id/Aisya Kurnia.

“Apalagi, kalau semakin banyak waran terstruktur yang diterbitkan oleh anggota bursa. Selain bisa meningkatkan kinerja waran terstruktur, bisa baik juga bagi investor, karena memiliki pilihan investasi lebih banyak,” jelas Direktur Utama Infovesta Parto Kwito, kepada Alinea.id belum lama ini.

Tapi yang menjadi catatan Parto, sebaiknya perusahaan efek penerbit bisa menjaga likuiditas dan harga strike (pelaksanaan) jangan terlalu jauh dari harga pasar. Hal ini diperlukan agar instrumen investasi ini lebih menarik buat investor, terutama di tengah semakin semaraknya pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO) berbagai perusahaan yang bakal terjadi di tahun ini.

Tetap ada potensi rugi

Guru Besar Keuangan dan Pasar Modal Universitas Indonesia Budi Frensidy bilang, waran terstruktur memang bisa jadi dapat memberikan keuntungan berlipat, bahkan lebih banyak dari saham utamanya. Namun, di sisi lain aset investasi turunan saham ini juga bisa memberikan kerugian bagi investornya.

“Harga call warrant berhubungan dengan underlying sahamnya. Sehingga, saat harga saham underlying-nya naik, waran terstrukturnya akan ikut naik. Begitu juga sebaliknya,” kata dia, kepada Alinea.id, Jumat (10/2).

Sebagai contoh, waran terstruktur PGAS dengan rasio konversi tiga waran terstruktur untuk satu saham yang jatuh temponya pada 10 Mei 2023, investor akan berada di break-even point (titik impas) jika harga PGAS saat itu adalah harga exercise plus harga tiga waran yang dibayarkan di pasar perdana atau Rp2.248 yaitu Rp1.900 + (3 x Rp116). Sementara investor akan untung kalau harga PGAS saat jatuh tempo di atas Rp2.248 dan rugi jika harganya di bawah itu.

Aktivitas perdagangan Waran Terstruktur

Waran Terstruktur

Rata-Rata Perdagangan

Total Perdagangan

2022

2-31 Jan 2023

2022

2-31 Jan 2023

Nilai 

Rp2,6 miliar

Rp1,8 miliar

Rp194,1 miliar

Rp37,9 miliar

Volume

8,6

14,6

642,8

307,8

Frekuensi (x)

760

1.024

56.968

21.508

Hari Diperdagangkan

75

21

75

21

Sumber: Bursa Efek Indonesia

“Katakanlah investor tetap menggunakan WT PGAS di harga antara Rp1.900-Rp2.248. Pada kondisi ini, dia akan mendapatkan bayaran (payoff) dari penerbit tetapi besarnya tidak cukup untuk kompensasi premi yang dia sudah bayarkan yaitu Rp348 sehingga akan mengalami kerugian,” jelas Budi.

Hal ini pun diamini Head of Sales Equity Derivatives RHB Sekuritas Indonesia Steinly Atmanagara. Menurutnya, leverage alias efek pengungkit yang dimiliki aset investasi ini membuatnya sangat agresif. Dengan sifat waran call yang mengikuti underlying securities-nya, akan membuat waran terstruktur ikut jatuh ketika harga saham utamanya mengalami penurunan. Hal ini karena Liquidity Provider akan selalu memberikan harga wajar untuk menarik minat para investor.

Karenanya, sebelum investor melakukan investasi di waran terstruktur, ada baiknya jika dia melakukan analisa mendalam terhadap saham underlying-nya. “Selanjutnya ada risiko kedaluwarsa,” kata Stainly dalam keterangannya kepada Alinea.id belum lama ini.

Berbeda dengan saham, aset investasi ini diluncurkan dalam jangka waktu tertentu mulai dari dua bulan hingga 24 bulan, tergantung dari jenisnya. Seiring berjalannya waktu, nilai waktu dari suatu waran berkurang dan akhirnya mencapai titik nol ketika waran tersebut kedaluwarsa. 

Namun, pada saat jatuh tempo, jika waran terstruktur mempunyai keuntungan (in the money), maka KSEI akan mentransfer dana tunai secara otomatis ke rekening investor sebesar keuntungan yang didapatkan.

“Jadi penting bagi investor untuk memperhatikan tanggal kedaluwarsa waran dan pergerakan harga sahamnya. Kemudian pastikan juga kalau sudah entry, harus siap juga untuk exit. Karena kalau ditunggu sampai jatuh tempo, harus ditentukan apakah akan in the money atau tidak,” imbuhnya.
 

img
Qonita Azzahra
Reporter
img
Kartika Runiasari
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan