sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

PT PP siapkan Rp800 miliar akuisisi anak usaha Krakatau Steel

PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. (PTPP) akan mengakuisisi PT Krakatau Tirta Industri untuk memperluas bisnis pengolahan air.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Kamis, 03 Okt 2019 19:05 WIB
PT PP siapkan Rp800 miliar akuisisi anak usaha Krakatau Steel

PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. (PTPP) menyiapkan dana Rp800 miliar untuk mengakuisisi anak perusahaan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS), PT Krakatau Tirta Industri (KTI).

Direktur Utama PTPP Lukman Hidayat mengatakan pihaknya tengah melakukan negosiasi dengan Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengenai akuisisi tersebut.

"Kami masih negosiasi dengan Pak Silmy (Karim). Belum ketemu soal sharing-nya PP berapa, KRAS berapa," ujar Lukman di Jakarta, Kamis (3/10).

Sementara, mengenai valuasi 100% saham KTI, Lukman mengatakan belum bisa memberikan angka pasti. Sebab, proses penghitungan belum selesai dan masih dalam tahap negosiasi.

Perseroan tertarik mengakuisisi KTI karena PTPP berambisi bisa menjadi penyedia air minum (SPAM) terbesar di Indonesia. Sementara KTI sendiri merupakan entitas anak milik Karakatau Steel yang terletak di Cilegon, Banten, dan bergerak di bidang penyediaan air bersih, air demin dan jasa pengolahan air limbah.

Apabila akuisisi tersebut terwujud, PTPP akan menambah entitas anak usahanya di bidang pengolahan air bersih. Saat ini, berdasarkan laporan keuangan konsolidasian perseroan semester I-2019, PTPP memiliki empat entitas anak usaha yang bergerak di bidang pengolahan air bersih.

Keempat anak usaha tersebut adalah PT Widya Tirta Selaras yang berada di Jakarta, PT Tirta Tangsel Mandiri di Tangerang, PT Ultra Mandiri Telekomunikasi di Jakarta Timur, dan PT PP Krakatau Tirta di Jakarta Timur.

"Kami kan punya pengembangan di beberapa tempat, di Gresik, Bali, Bekasi, Tangerang, Pekanbaru. Harapannya bisa terus dikembangkan. Kami ingin ambil alih Krakatau Tirta Industri, tentu ingin ambil mayoritas untuk dikembangkan lagi," tutur Lukman.

Sponsored