logo alinea.id logo alinea.id

Putra mahkota konglomerat terkaya di RI jadi bos BCA

Putra mahkota keluarga konglomerat terkaya di Indonesia, Hartono bersaudara, menjadi bos di Bank BCA.

Sukirno
Sukirno Selasa, 08 Okt 2019 22:37 WIB
Putra mahkota konglomerat terkaya di RI jadi bos BCA

Putra mahkota keluarga konglomerat terkaya di Indonesia, Hartono bersaudara, menjadi bos di Bank BCA.

Bank swasta terbesar di Indonesia, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) merombak susunan kepengurusan dengan mengangkat Suwignyo Budiman sebagai Wakil Presiden Direktur bersama Armand Wahyudi Hartono, putra bungsu pemilik Grup Djarum.

Berdasarkan Keterbukaan Informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (8/10), terhitung per 3 Oktober 2019, Direktur BCA Suwignyo Budiman naik menjadi Wakil Presiden Direktur.

Sebelumnya Suwignyo Budiman bertanggung jawab atas bisnis kredit pemilikan rumah (KPR), kredit kendaraan bermotor (roda empat dan roda dua), Individual Customer Business Development dan bisnis pengelolaan kekayaan (wealth management).

Selain kenaikan Suwignyo, Inawaty Handojo juga menjabat sebagai direktur yang membawahi fungsi kepatuhan menggantikan Subur Tan.

Sebelumnya BCA mencatat kenaikan laba bersih sebesar 12,6% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp11,4 triliun pada 2018 menjadi Rp12,9 triliun pada Juni 2019.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan pertumbuhan laba yang positif tersebut ditopang oleh kinerja operasional yang solid.

Pendapatan operasional bank yang terdiri dari pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) dan pendapatan operasional lainnya meningkat 16,1% menjadi Rp 34,2 triliun pada semester I tahun 2019.

Sponsored

Khususnya pendapatan bersih meningkat 13,1% yoy menjadi Rp24,6 triliun. Sementara pendapatan operasional lainnya tumbuh 24,5% yoy menjadi Rp9,6 triliun hingga semester pertama di 2019.

"BCA melihat adanya pemulihan kredit investasi sejak tahun 2018 dan terus berlanjut pada semester pertama 2019. Hal ini merupakan indikator positif bagi iklim usaha dan ekonomi dalam jangka panjang sehingga BCA mencatat pertumbuhan yang positif pada berbagai segmen kredit," kata Jahja, pertengahan Juli 2019.

Sebagai informasi, mayoritas saham BBCA dimiliki oleh keluarga Hartono, konglomerat terkaya di Indonesia pemilik Grup Djarum. Kakak beradik Robert Budi dan Michael Hartono ditaksir memiliki kekayaan US$35 miliar setara Rp490 triliun versi majalah Forbes 2018.

Berikut ini struktur pengurus BCA yang telah efektif :

Komisaris
Presiden Komisaris: Djohan Emir Setijoso
Komisaris: Tonny Kusnadi
Komisaris Independen: Cyrillus Harinowo
Komisaris Independen: Raden Pardede
Komisaris Independen: Sumantri Slamet

Direksi
Presiden Direktur: Jahja Setiaatmadja
Wakil Presiden Direktur: Armand Wahyudi Hartono
Wakil Presiden Direktur: Suwignyo Budiman
Direktur: Subur Tan
Direktur: Henry Koenaifi
Direktur Independen: Erwan Yuris Ang
Direktur: Rudy Susanto
Direktur merangkap Direktur Kepatuhan: Inawaty Handojo
Direktur: Lianawaty Suwono
Direktur: Santoso
Direktur: Vera Eve Lim

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Majalah bisnis dan finansial asal Amerika Serikat, Forbes, kembali merilis daftar terbaru orang-orang terkaya di seluruh dunia atau "Forbes World's Billionaires 2019". . Ada 21 taipan asal Indonesia masuk dalam daftar yang dipublikasikan pada Selasa (5/3) tersebut. Kekayaan 21 konglomerat yang masuk dalam daftar orang terkaya Indonesia versi Forbes 2019 mencapai US$78,5 miliar setara Rp1.099 triliun (kurs Rp14.000 per dollar Amerika Serikat). . Robert Budi Hartono dan saudara lelakinya, Michael Hartono, dinobatkan sebagai dua orang terkaya di Indonesia. Keduanya adalah pemilik Grup Djarum dengan kekayaan total US$37 miliar setara Rp518 triliun. . Lebih dari satu dekade, Keluarga Hartono menempati posisi kasta tertinggi jajaran konglomerat terkaya di Indonesia dengan kekayaan Rp518 triliun. • • #alineadotid #konglomerat #forbes #hartono #djarum #kayaraya #crazyrichasians #holkay #sobatmisqueen #cantrelate #infografis #ptdjarum #orangkaya

Sebuah kiriman dibagikan oleh Alinea (@alineadotid) pada

Cara buzzer bekerja dan alarm bahaya di baliknya

Cara buzzer bekerja dan alarm bahaya di baliknya

Selasa, 15 Okt 2019 20:42 WIB
Riwayat Stasiun Gambir, dahulu jadi tumpuan

Riwayat Stasiun Gambir, dahulu jadi tumpuan

Senin, 14 Okt 2019 21:28 WIB
Denny Siregar: Saya bekerja tanpa komando

Denny Siregar: Saya bekerja tanpa komando

Sabtu, 12 Okt 2019 07:57 WIB