sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Ramayana Lestari Sentosa catatkan rugi bersih Rp85 miliar kuartal I-2021

Sebelumnya, pada periode yang sama tahun lalu RALS masih mencatatkan laba tahun berjalan senilai Rp13,2 miliar.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 03 Mei 2021 09:57 WIB
Ramayana Lestari Sentosa catatkan rugi bersih Rp85 miliar kuartal I-2021

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk. (RALS) mencatatkan rugi bersih senilai Rp85 miliar sepanjang kuartal I-2021. Sebelumnya, pada periode yang sama tahun lalu, Ramayana Lestari Sentosa mencatatkan laba tahun berjalan senilai Rp13,2 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dikutip Alinea.id pada Senin (3/5), kerugian yang dialami perseroan ini diakibatkan oleh menyusutnya pendapatan Ramayana Lestari Sentosa menjadi Rp490 miliar di kuartal I-2021. Pendapatan ini turun 46,5%, dari Rp916 miliar secara tahunan atau year-on-year (yoy).

Tercatat, segmen operasi Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara menjadi segmen yang menyumbangkan pendapatan paling banyak ke perseroan, dengan nilai Rp317 miliar. Lalu, disusul kemudian dari segmen operasi Sumatera sebesar Rp86,4 miliar, Sulawesi dan Papua sebesar Rp43,7 miliar, dan Kalimantan dengan nilai Rp43 miliar.

Selain itu, pendapatan keuangan perseroan yang menurun 48,39% juga menjadi salah satu penyebab kerugian perseroan. Di kuartal I-2021, perseroan mencatatkan pendapatan keuangan sebesar Rp22,4 miliar, turun dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp43,4 miliar.

Hingga kuartal I-2021, emiten berkode RALS ini mencatatkan total aset sebesar Rp5,1 triliun, turun dari periode 31 Desember 2020 sebesar Rp5,28 triliun. 

Rinciannya, total liabilitas perseroan pada akhir kuartal I-2021 sebesar Rp1,51 triliun, turun dari Rp1,56 triliun di akhir 2020. Sementara total ekuitas perseroan tercatat sebesar Rp3,6 triliun di kuartal I-2021, turun dari Rp3,7 triliun di akhir Desember 2020.

Adapun berdasarkan riset Mirae Asset Sekuritas, meskipun ada larangan Mudik 2021, retailers seperti RALS seharusnya mendapatkan keuntungan dari musim Ramadan. Menurut Kepala Riset Mirae Asset Sekuritas Hariyanto Wijaya, retailers mendapatkan keuntungan dari musim Ramadan karena pemerintah mewajibkan perusahaan untuk membayar THR secara penuh tahun ini dan retailers beroperasi penuh.

"Berdasarkan ground check kami ke mal, kami menemukan minat masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah untuk berbelanja telah meningkat secara signifikan, jika dibandingkan ground check kami pada akhir Februari 2021. Hal ini terlihat dari pemulihan yang signifikan pada arus pelanggan ke mal yang ditargetkan untuk orang berpenghasilan menengah ke bawah," kata dia. 

Sponsored

Hariyanto melihat, masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah meningkatkan pengeluaran untuk pakaian dan sepatu, untuk menyambut Idulfitri. Dia menilai, hal ini seharusnya menguntungkan RALS.

Berita Lainnya